Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tak Mau Nge-charge-kan Hp, Anak Tiri Dianiaya, Ibu Jadi Terdakwa

14 November 2018, 08: 03: 38 WIB | editor : Wijayanto

Tak Mau Nge-charge-kan Hp, Anak Tiri Dianiaya, Ibu Jadi Terdakwa

SURABAYA - Akibat tak bisa menahan emosi, Sunarti, 38, harus duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Perempuan yang tinggal di Jalan Tenggumung Karya Lor No 48 Suarabaya itu menjalani sidang setelah menganiaya anak tirinya, LR. Pemicunya sepele, karena si anak tak mau men-charge handphone (hp) milik terdakwa.

Sunarti menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Cristiana. Terdakwa dijerat dengan pasal 80 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Terdakwa diduga menganiaya anak tirinya dengan cara didorong  hingga mengenai ujung meja dan terkena punggungnya. Hal itu dilakukan berulangkali hingga korban mengalami luka di punggung dan pelipisnya," tutur Siska, Selasa (13/11).

Dalam dakwaan tersebut juga menyatakan jika tindakan terdakwa dilakukan lantaran ia jengkel. Sebab, korban diminta untuk men-charge Hp namun tak dilaksanakan. Hal itu membuat terdakwa emosi hingga menganiaya korban yang juga anak tirinya.

"Tindakan itu dilakukan secara berulang-ulang. Bahkan, terdakwa sudah sering diingatkan oleh tetangga agar jangan lagi menganiaya korban," jelasnya.

Terdakwa dilaporkan polisi setelah tante korban melihat bekas luka di tubuh keponakannya itu. Terdakwa diketahui sering menganiaya anak tirinya itu lantaran korban hanya tinggal bersama terdakwa. Sementara suaminya bekerja di Kalimantan. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia