Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dimudahkan, Jukir Malah Malas Pakai E-Parkir

12 November 2018, 16: 37: 42 WIB | editor : Wijayanto

E-PARKIR: Penerapan system e-parkir di kawasan Pasar Kota Gresik masih belum optimal karena jukir ogah-ogahan.

E-PARKIR: Penerapan system e-parkir di kawasan Pasar Kota Gresik masih belum optimal karena jukir ogah-ogahan. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

GRESIK – Penerapan mesin elektronik Parkir (e-Parkir) di kawasan Pasar Kota Gresik masih belum maksimal. Pasalnya, para jukir masih ogah-ogahan menggunakan mesin tersebut. Mereka hanya menggunakan mesin saat ada petugas yang berjaga disana, tapi setelah petugas pergi mereka kembali pakai sistem manual.

Anggota Komisi I DPRD Gresik, Suparno Diantoro mengaku, dia sudah beberapa kali memantau lokasi e-parkir di Jalan Samanhudi depan Pasar Kota. "Dan kondisinya memang seperti itu, juru parkirnya malas gunakan e-parkir," ujar Suparno Diantoro.

Menurut dia, kalau hal ini dibiarkan harapan untuk menggenjot pendapatan dari sektor parkir bakap sulit tercapai. Selain itu, pembelian mesin parkir yang harganya cukup mahal juga sia-sia. "Dishub harus segera mencari solusi persoalan ini," kata dia.

Ditambahkan, untuk manajemen pengelolaan juga harus segera dilakukan perbaikan. Sehingga, jukir bisa termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya. "Yang terpenting memang sistem pengelolaannya. Kalau sistemnya baik maka hasilnya juga baik," imbuh dia.

Sementara itu, Sekertaris Dishub Kabupaten Gresik AH Sinaga mengatakan, dishub bakal terus mengevaluasi tukang parkir yang ada di lokasi e-parkir. Dia berjanji akan terus melakukan perbaikan. "Kami akui karena saat ini masih dalam masa uji coba pasti banyak kendala. Namun kami juga terus mengawasi untuk melakukan perbaikan," ungkapnya.

Dikatakan, untuk tahun ini memang pihaknya tidak bisa maksimal karena jukir tak disiapkan anggaran gaji. Makanya, mereka harus mencari keuntungan. "Tahun depan kami usahakan bisa dapat gaji bulanan," terangnya.

Ditambahkan, pihaknya juga akan memasang CCTV di lokasi mesin e-Parkir. Sehingga, pengawasan tidak harus dilakukan petugas. "Kalau ada CCTV bisa diawasi dari kantor nanti tinggal memberikan sanksi kepada jukir," imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia