Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Hamil Minta Dinikahi, Dokter Dianiaya Kekasih

Jumat, 09 Nov 2018 18:33 | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Wildon dikeler ke kantor polisi karena menganiaya kekasihnya yang seorang dokter.

TERSANGKA: Wildon dikeler ke kantor polisi karena menganiaya kekasihnya yang seorang dokter. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Melisa, 27, (nama samaran) terpaksa melaporkan kekasihnya, Wildon, 27, ke polisi. Perempuan yang tinggal di Jalan Kupang Indah XX Surabaya ini mengalami luka memar setelah dianiaya pemuda yang juga kekasihnya tersebut.

Kekerasan tersebut dipicu karena Melisa yang kini berstatus dokter itu meminta tersangka yang tinggal di Jalan Wonorejo Permai Utara V /22 itu untuk menikahinya setelah mengandung anak dari tersangka. Namun tersangka menolak dan hendak lari dari tanggung jawab akibat hubungan di luar nikah itu.

Kekerasan tersebut sebenarnya sudah terjadi pada Februari lalu. Tepatnya di pinggir Jalan Raya Kupang Indah. Saat itu, keduanya sedang terlibat cekcok mulut dalam mobil. Pertengkaran itu dipicu lantaran Melisa meminta tanggung jawab tersangka karena mengandung benih dari tersangka.

“Namun tersangka mengelak dan menuding jika anak yang dikandung korban bukanlah anaknya,” ungkap Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (9/11). 

Meski demikian, Melisa tetap mencoba menjelaskan kepada Wildon atas janin yang dikandungnya. Dia memastikan jika janin tersebut adalah perbuatan tersangka. Sebab selama setahun berpacaran, korban hanya berhubungan dengan satu orang, yakni tersangka. 

“Namun karena terus didesak, akhirnya tersangka emosi hingga akhirnya memukul korban,” terang Ruth. 

Tersangka melakukan pemukulan dengan alat berupa sarung roti kalung. Alat tersebut dihantamkan ke punggung korban sebanyak tiga sampai empat kali. Tak hanya itu, korban juga dijambak menggunakan tangan kiri sampai mengenai mata. 

“Tak berhenti sampai di situ, korban juga dipukul menggunakan botol air mineral mengenai kepalanya sebanyak tiga kali hingga memar. Selain itu, tersangka juga mencakar tangan korban,”  terangnya. 

Tak terima dengan aksi kekerasan dari pacarnya, korban melapor ke polisi. Namun, polisi tak langsung memprsoses laporan tersebut karena ada dimediasi dari kedua belah pihak yang ingin menyelesaikan kasus tersebut dengan cara kekeluargaan.

"Namun hingga anak korban lahir, tersangka ternyata tak juga bertanggung jawab. Hingga korban kembali melanjutkan laporannya. Kami pun melakukan penetapan dan menangkap tersangka, Kamis (8/11)," ujar Ruth. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia