Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Proyek Alun-Alun Gresik, Kontraktor dan DPU Saling Menyalahkan

Jumat, 09 Nov 2018 11:16 | editor : Wijayanto

SALING MENYALAHKAN: Edi (kiri) kontraktor pelaksana dan Kepala DPU Kab Gresik, Gunawan Setiaji (kanan), mendengarkan penjelasan Bupati Sambari terkait pekerjaan yang tidak sesuai spek pada proyek revitalisasi Alun-Alun tahap II.

SALING MENYALAHKAN: Edi (kiri) kontraktor pelaksana dan Kepala DPU Kab Gresik, Gunawan Setiaji (kanan), mendengarkan penjelasan Bupati Sambari terkait pekerjaan yang tidak sesuai spek pada proyek revitalisasi Alun-Alun tahap II. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR SURABAYA)

GRESIK – Kontraktor pelaksana proyek revitalisasi Alun-alun Gresik, PT Anugerah Konstruksi Indonesia tidak terima pekerjaannya dituding tidak sesuai spek. Bahkan, mereka ganti menuding Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik yang tidak profesional karena sering mengubah desain proyek.

"Beberapa kali desain proyek pembangunan Alun-Alun mengalami perubahan. Ini menjadi salah satu kendala yang menyebabkan proses pembangunan mengalami kemoloran," kata Kepala Cabang PT Anugerah Konstruksi Indonesia (AKI) Gresik, Nur Hadi.

Menurutnya, memang ada sejumlah perubahan item di dalam proyek pembangunan Alun-Alun tahap II. Namun, pihaknya tetap optimis bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. "Iya ada sejumlah perubahan item, makanya pada perubahan pertama ada pengurangan anggaran sebesar Rp 40 juta," ujarnya.

Sekarang, kata dia, DPU kembali melakukan perubahan item pekerjaan. Namun, untuk yang kedua masih dilakukan perhitungan. "Iya ada perubahan lagi terkait dengan pemasangan pagar di lantai dua," ungkap dia.

Dikatakan, sejumlah perubahan yang terjadi yakni terkait dengan paving. Di dalam kontrak paving hanya berwarna abu-abu. Namun, ternyata setelah dipasang PU tidak cocok minta kombinasi merah dan abu-abu. "Termasuk penanaman pohon kurma. Yang sebelumnya setiap dua blok 1 pohon, sekarang minta per blok satu pohon," katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala DPU Kabupaten Gresik Gunawan Setiaji menilai, kontraktor pembangunan tidak profesional. Menurut dia, di dalam setiap pekerjaan pasti ada perubahan-perubahan saat pekerjaan dilakukan. "Kalau mereka profesional seharusnya ini hal biasa dan segera melakukannya. Bukan malah mengeluh," kata dia.

Dikatakan, keluhan perubahan muncul karena kontraktor tidak memiliki tim ahli. Sehingga, mereka merasa kesulitan. "Padahal selama ini kami terus memberikan bimbingan dalam proses pembangunan," tegasnya.

Munculnya berbagai polemik membuat dewan berang. Mereka meminta agar proyek pembanguan Alun-Alun segera dilakukan evaluasi. "Sebab, DPU sendiri sudah tidak percaya dengan kontraktornya sendiri," ujar Anggota Komisi III DPRD Gresik Abdul Qodir.

Pihaknya meminta persoalan antara kontraktor dan DPU segera diselesaikan terlebih dahulu. Pihaknya semakin khawatir proses pembangunan akan semakin kacau. "Ini harus diselesaikan dulu," imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia