Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ternyata, Proyek Trem Tidak Ada dalam KUA PPAS 2019

Jumat, 09 Nov 2018 05:35 | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

SURABAYA - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk anggaran APBD murni 2019 rampung dilakukan DPRD Surabaya dengan Pemkot Surabaya. Yang menarik dalam pembahasan tersebut, tidak ada anggaran untuk pembangunan trem seperti yang dicita-citakan Wali Kota Tri Rismaharini.

Ketua Badan Anggaran yang juga Ketua DPRD Surabaya, Armuji membenarkan bahwa dalam penganggaran KUA PPAS APBD 2019 tidak ada soal trem. “Dicoret, anggaran untuk trem tidak ada,” kata Armuji usai rapat Badan Anggaran yang dilakukan di gedung DPRD Surabaya, Kamis (8/11).

Upaya pengganggaran trem ini sebenarnya sudah kedua kalinya. Pada perubahan anggaran keuangan (PAK) 2018 lalu sudah coba diajukan sebesar Rp 3,1 milliar. Namun saat itu dewan menolak. DPRD Surabaya hanya menyetujui Rp 400 juta yang diperuntukkan sebagai uji kelayakan terhadap transportasi publik yang tepat bagi Kota Surabaya. Pemkot mengepras Rp 2,7 milliar.

Upaya pengajuan kembali trem dilakukan lagi pada KUA PPAS 2019. Namun, lagi-lagi dewan tak menyetujuin. “Wis dicoret trem. Gak dialihno, gak ada. Akan beli Suroboyo Bus juga, tadi tidak ada. Pengadaan hanya yang tahun ini (pada PAK) sepuluh unit itu,” ungkap Armuji.

Alih-alih melakukan penganggaran pembangunan trem, legisltif justru menambah pada pos renovasi sarana prasarana olahraga. Armuji menyebutkan, pada KUA PPAS 2019 dianggarkan untuk perbaikan gedung Gelora Bung Tomo (GBT) dan kompleks Gelora 10 November. “Dialihkan ke GBT,” singkatnya.  

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, memang ada penambahan untuk renovasi sarana dan prasarana olahraga yang ada di Surabaya. Tambahan yang dimaksud mencapai Rp 14,7 milliar.

“Itu ada tambahan salah satunya untuk perbaikan di (Gelora) Bung Tomo, Karang Gayam, dan (stadion) 10 November. Jadi fasilitas gedung olahraga dilakukan perbaikan-perbaikan,” ujar Eri.

Penambahan anggaran tersebut, lanjut mantan kepala Dinas Cipta Karya itu, di luar pembangunan lapangan Thor yang direncanakan pemkot. Kompleks lapangan serba guna itu sudah masuk anggaran tersendiri dalam APBD 2019. 

“Ini tambahannya saja. Termasuk jalan akses ke Benowo. Jadi nanti ada jalan untuk mobil sendiri, untuk orang sendiri. Jalan masuknya yang ke kiri itu kan campur sekarang. Nanti diberikan pagar, kemudian diurug lagi. Orang yang naik mobil bisa jalan sendiri, orang jalan dapat sendiri,” tandasnya. (bae/jay)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia