Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kasus Korupsi Rp 6 Miliar, Aset Dirut PT Jamkrida Jatim akan Disita?

Jumat, 09 Nov 2018 06:20 | editor : Abdul Rozack

Kajati Jatim, Sunarta

Kajati Jatim, Sunarta (YUAN ABADI / RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Kejati Jatim segera mengumumkan tersangka pada kasus dugaan korupsi PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim senilai Rp 6 miliar. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan saksi dan pengumpulan alat bukti, penyidik memiliki list nama calon tersangka yang diduga terlibat pada perusahaan milik Pemprov Jatim ini. Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan membenarkan sejumlah nama tersebut sudah pada tahap gelar perkara. 

"Nama-nama itu sudah dikantongi bapak Kajati, selanjutnya jika memang ada dugaan terlibat segera kami panggil dan tetapkan sebagai terasangka," ungkap Didik, Kamis (8/11).

Namun saaat ditanya lebih lanjut terkait daftar nama calon tersangka itu Didik enggan merincikan. Pihaknya mengaku saat ini masih dalam proses pengembangan penyidikan yang dilakukan Pidsus.  "Intinya sudah ada (nama tersangka, red). Tinggal tunggu jalannya pengembangan dari penyidikan kasusnya saja," jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya ini.

Sementara itu, Kajati Jatim, Sunarta mengaku secepatnya mengumumkan tersangka kasus Jamkrida. Disinggung mengenai lampu hijau dari Gubernur Jatim terkait penyitaan aset Dirut PT Jamkrida, Sunarta menjelaskan hal itu menunggu hasil penyidikan kasus ini. Pihaknya membenarkan adanya komunikasi dan koordinasi dari Gubernur Jatim terkait penyitaan aset terkait dugaan kasus korupsi Jamkrida. "Gubernur sudah komunikasikan hal itu. Intinya beliau mendukung langkah penyidikan yang dilakukan Kejati Jatim," ucapnya.

Terkait kapan adanya penyitaan aset kasus ini, Kajati asal Subang, Jawa Barat ini mengaku masih menunggu proses penyidikan. Saat ini, sambung Sunarta, penyidik masih perlu memeriksa beberapa saksi-sakai terkait kasus ini. Sekaligus pemantapan proses penyidikan kasus ini. "Tunggu sebentar lagi, saat ini masih proses," pungkasnya.

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia