Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Kerja Bareng BKKBN Jatim Bersama Mitra

Sosialisasikan Pengendalian Penduduk Melalui Program GenRe

Kamis, 08 Nov 2018 19:54 | editor : Wijayanto

GENRE CERIA: Anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (kanan) dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jatim, Sofia Hanik, melakukan salam GenRe dengan beberapa mahasiswa dari FIP Unesa, Kamis (8/11).

GENRE CERIA: Anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (kanan) dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jatim, Sofia Hanik, melakukan salam GenRe dengan beberapa mahasiswa dari FIP Unesa, Kamis (8/11). (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra terus berlanjut di hari keempat, Kamis (8/11). Usai menyasar siswa-siswi sekolah menengah atas di beberapa sekolah favorit di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) hadir di hadapan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Menghadirkan dua narasumber sekaligus yakni anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jatim Sofia Hanik, sosialisasi yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut membahas tentang pengendalian penduduk.

“Setiap tahun pertumbuhan penduduk Indonesia naik sangat signifikan. Apalagi menyongsong usianya yang akan genap 100 tahun, Indonesia memiliki sebuah gagasan mengenai generasi emas 2045. Itulah yang akhirnya membuat BKKBN gencar menyosialisasikan program Generasi Berencana (GenRe) untuk menciptakan generasi yang berkualitas,” jelas Hanik, Kamis (8/11).

Dalam program GenRe, selain dikembangkan dalam rangka persiapan sekaligus perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja, BKKBN juga mengampanyekan tentang pernikahan dini, hindari seks pranikah, dan jauhi napza.

“Sosialisasi seperti ini juga serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Tujuannya agar sedari dini para remaja sudah paham masa depannya akan dibangun seperti apa,” tambahnya.

Ditemui usai acara sosialisasi, Lucy berpesan kepada para remaja untuk terus menggali potensi di usia muda. “Pernikahan dini bukan hanya sekadar batasan umur, namun juga kesiapan mental bagi pasangan. Itulah kenapa BKKBN bersama mitra, dalam hal ini Komisi IX, tengah mengusahakan untuk menaikkan batasan umur bagi remaja yang akan menikah. Yakni laki-laki berusia 25 tahun dan perempuan 21 tahun,” tutup Lucy. (rul/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia