Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Normalisasi Sungai Buntung Dimulai, Siapkan Pembuangan Sedimentasi

Kamis, 08 Nov 2018 18:40 | editor : Wijayanto

DIMULAI: Kadis PUPR Sigit Setyawan menunjukkan foto Google Earth aliran Sungai Buntung.

DIMULAI: Kadis PUPR Sigit Setyawan menunjukkan foto Google Earth aliran Sungai Buntung. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sidoarjo segera melakukan normalisasi Sungai Buntung dalam waktu dekat. Hingga saat ini masih terkendala adanya bangunan liar (bangli). Sehingga alat berat sulit untuk masuk dan melakukan pengerjaan. Selain itu, tidak ada tempat untuk menumpuk sedimentasi.

Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, seharusnya normalisasi Sungai Buntung berjalan sejak tiga hari lalu. Lokasinya di Desa Tambaksawah, Kecamatan Waru. Pihaknya baru mengoperasikan satu alat berat. Dia akan meminta rekanan untuk menambah alat berat, minimal dua lagi. "Tapi ternyata alat berat sulit masuk," katanya, Rabu (7/11).

Menurut Sigit, keberadaan bangli menjadi penyebab utama alat berat tidak bisa masuk. Sempadan sungai tertutup. Alhasil, tidak ada lahan untuk menurunkan alat berat. Untuk itu, Dinas PUPR memilih jalan untuk bekerjasama dengan salah satu perumaban. Alat berat diturunkan di Perumahan Graha Tirta sebelum diterjunkan di sungai.

Selain itu, pihaknya juga harus menyiapkan lahan untuk menampung sedimentasi. Sebab, kawasan Tambak Sawah sangat padat. Sepanjang bantaran kali dipadati bangunan. Pemkab pun bekerja sama dengan Kecamatan dan desa.

Hasilnya setelah dicari, ada lahan kosong milik warga. "Sudah ada kesepakatan lahan itu digunakan sebagai tempat tampungan sementara sedimentasi," jelasnya. Setelah tuntas di Tambak Sawah, alat berat akan bergerak ke Desa Tambak Sumur.

Kabid Bina Manfaat Dinas PUPR Bambang Tjatur mengatakan, sedimentasi di Tambaksumur juga sangat tinggi. "Bahkan sungai banyak enceng gondok dan sampah," ujarnya. Tahun depan, normalisasi Buntung berlanjut. Dia menargetkan empat desa. Yaitu Bungurasih, Medaeng, Waru, dan Kedungrejo. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia