Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Polres Gresik Ikuti Pameran IPSF

Men-PAN dan Wakapolri Tertarik Aplikasi CPS

Kamis, 08 Nov 2018 18:01 | editor : Wijayanto

INOVATIF: Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro (tiga dari kanan) bersama Wabup Moch Qosim (empat kanan) saat memberikan penjelasan tentang aplikasi CPS kepada Menpan-RB, Syafrudin (tiga dari kanan).

INOVATIF: Kapolres AKBP Wahyu S Bintoro (tiga dari kanan) bersama Wabup Moch Qosim (empat kanan) saat memberikan penjelasan tentang aplikasi CPS kepada Menpan-RB, Syafrudin (tiga dari kanan). (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Inovasi yang dilakukan jajaran Polres Gresik mendapat perhatian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Bahkan sejumlah perwakilan kepolisian dari luar negeri dibuat penasaran oleh aplikasi made in Polres Gresik.

 YUDHI DWI ANGGORO-WARTAWAN RADAR GRESIK

 SEJUMLAH inovasi itu memang secara khusus dipamerkan dalam International Public Service Forum (IPSF). Pada pameran yang  digelar selama dua hari, 7-8 November, di Jakarta Convention Center (JCC) itu memperkenalkan aplikasi Care dan Cashleass Payment System (CPS).

Seluruh aplikasi itu dipaparkan di depan sejumlah pejabat dan petinggi Polri. Di antaranya Menpan-RB, Syafrudin, Wakapolri Komjend Ari Dono Sukmanto. Dari Gresik, Wakil Bupati Moch Qosim juga hadir.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menjelaskan, aplikasi CPS merupakan aplikasi pengurusan SIM dan SKCK. Sistem ini mengaplikasikan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari SIM dan SKCK.

Sementara aplikasi CARE yakni Creative Augmented Reality Education (Care). Ini merupakan sebuah aplikasi berbasis Android yang dapat digunakan oleh masyarakat yang sedang menunggu proses pengurusan SIM.

"Masyarakat atau pemohon SIM biasanya bosan saat menunggu pembuatan SIM dan penerbitan SKCK. Tapi dengan aplikasi ini ada permainan dan edukasi tentang lalu lintas serta pengurusan SIM yang bisa menghibur mereka," terang AKBP Wahyu didampingi AKP Wikha Ardilestanto, Kasatlantas Polres Gresik.

Dijelaskan, aplikasi ini tidak hanya menarik perhatian pengunjung pameran IPSF dalam negeri saja, sejumlah perwakilan kepolisian luar negeri juga tertarik. "Alhamdulillah pengunjung juga antusias. Hari ini pengunjung yang datang lebih dari 700 orang. Mereka ingin tahu inovasi dari kami," ungkap Wahyu.

Pengunjung yang hadir, kata dia, salahsatunya dari Azerbaijan. Peserta dari negara ini memberikan apresiasi terhadap inovasi Polres Gresik tersebut. "Kemarin hari pertama peserta dari Azerbaijan juga apresiasi terhadap inovasi Polres Gresik ini," ujar Wahyu.

Wahyu pun mengungkapkan, Menpan-RB Syarifuddin juga menghampiri stand pameran milik Polres Gresik untuk melihat dan mencoba sendiri kedua inovasi tersebut.

Tak hanya Polres Gresik, sejumlah jajaran kepolisian yang difasilitasi untuk memamerkan inovasinya dalam IPSF 2018 antara lain Polres Sidoarjo, Polres Sentani Jayapura, Ditlantas Polda Metro Jaya dan Brimob Polda Jambi.

Ajang IPSF 2018 sendiri menampilkan 40 inovasi pelayanan publik terbaik di Indonesia versi Kemenpan-RB. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia