Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pacari Gadis SMA, Driver Taksi Online Ini Cabuli Korban 25 Kali

Dicabuli di Mobil Saat Berangkat-Pulang Sekolah

Kamis, 08 Nov 2018 17:25 | editor : Wijayanto

MANFAATKAN PELUANG: Tersangka Hendrik Sugiyanto (insert).

MANFAATKAN PELUANG: Tersangka Hendrik Sugiyanto (insert). (ISTIMEWA/ILUSTRASI)

SURABAYA – Driver taksi online ini mungkin keblinger. Tak cuma kenal dan akhirnya mengajak pacaran konsumennya yang seorang remaja SMA. Hendrik Sugiyanto, 33, yang tinggal di Jalan Tembok Dukuh V terpaksa berurusan dengan polisi karena juga tega mencabuli pacar ABG-nya itu.

Tak cuma sekali atau dua kali, tapi 25 kali. Edannya, aksi pencabulan itu selalu dilakukan di dalam mobil yang dipakai untuk taksi online. Mereka berbuat di tempat-tempat sepi termasuk di parkiran.

Tersangka ditangkap tim Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya karena laporan dari orangtua AN, 17, warga Jalan Pengampon.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, tersangka ditangkap Kamis (8/11), setelah pihak keluarga melaporkan kasus ini pada 26 Oktober lalu.

Keluarga korban tak terima anaknya menjadi korban pencabulan tersangka. "Korban cerita ke orang tuanya setelah mereka curiga karena korban jadi murung dan pendiam," ungkap Ruth Yeni.

Apalagi berdasarkan keterangan pihak sekolah, akhir-akhir ini, korban yang masih duduk di bangku SMA itu sering telat hingga absen sekolah tanpa alasan yang jelas.

Menurut Ruth, kisah kasih kisruh ini berawal dari perkenalan tersangka dengan korban yang mengorder layanan taksi online lewat aplikasi. Diam-diam, tersangka menaruh hati pada korban.

"Karena sudah punya nomor teleponnya, tersangka beberapa kali mengajak korban bertemu, bahkan kerap menjemputnya ke sekolah," terangnya. Setelah beberapa kali pertemuan, akhirnya mereka pun pacaran.

Selama tiga bulan pacaran yakni antara Juli hingga September, korban mengaku tersangka kerap merayu hingga akhirnya menyetubuhinya. Bahkan berdasarkan pengakuan tersangka, dia sudah mencabuli pacarnya itu sebanyak 25 kali. Mereka melakukannya di tempat-tempat yang sepi.

"Perbuatan itu dilakukan antara lain di parkiran Jalan Kranggan. Korban dicabuli dalam mobil saat hendak berangkat atau pulang sekolah," ujarnya.

Sementara itu kepada polisi, tersangka mengaku bernafsu karena melihat tubuh sintal korban. Apalagi menurut tersangka, korban tak pernah menolak saat diajak berhubungan intim.

Meski dia mengakui selalu merayu korban sebelumnya. "Saya menjanjikan akan menikahi korban setelah dia lulus sekolah supaya dia mau," ungkap Hendrik. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia