Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Di SMKN 1 Buduran, BKKBN Jatim Sosialisasikan Program GenRe

Untuk Cetak Generasi Berkualitas

Kamis, 08 Nov 2018 11:32 | editor : Wijayanto

GENERASI BERKUALITAS: Kepala Dinas PMDP3AKB Ali Imron (kanan), Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nofrizal (dua dari kanan), anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari, dan Kepala SMKN 1 Buduran Agustina berfoto bersama usai penyerahan laptop PIK Remaja.

GENERASI BERKUALITAS: Kepala Dinas PMDP3AKB Ali Imron (kanan), Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nofrizal (dua dari kanan), anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari, dan Kepala SMKN 1 Buduran Agustina berfoto bersama usai penyerahan laptop PIK Remaja. (NURUL AFIAH/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO – SMKN 1 Buduran menjadi sekolah keempat yang dipilih Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk pelaksanaan sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra. Puluhan siswa kelas XII,  tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Dalam sosialisasi tersebut tampak hadir beberapa pejabat seperti Sekretaris Utama BKKBN Pusat Nofrizal, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (PMDP3AKB) Ali Imron, dan anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari. Di sekolah ini, BKKBN menyosialisasikan mengenai pentingnya perencanaan kehidupan keluarga bagi remaja.

“Seperti kita tahu, jumlah penduduk Indonesia berkisar di angka 265 juta dengan pertambahan sebanyak 4,5 juta setiap tahunnya. Hal itu disebabkan oleh maraknya pernikahan dini yang mana harusnya generasi muda masih belajar menuntut ilmu tapi pada kenyataannya sudah harus mengurus keluarga,” ucap Nofrizal, Rabu (7/11).

Dia menekankan melalui salah satu program BKKBN yaitu Generasi Berencana (GenRe), pihaknya ingin generasi muda tumbuh menjadi generasi berkualitas dengan menghindari perilaku hidup yang tidak sehat. Seperti menikah pada usia anak atau di bawah umur, melakukan seks pra nikah, dan mencoba napza.

"Kami menyebutnya bahaya laten karena jika kondisi tersebut terjadi dapat merusak konsep generasi berkualitas yang kami inginkan. Karena yang BKKBN himbaukan adalah mereka berfokus pada pendidikan dan menikah di usia yang seharusnya yakni minimal 25 tahun untuk laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan,” tambahnya.

Ditemui terpisah Kepala Sekolah SMKN 1 Buduran Agustina mengaku senang sekolahnya terpilih menjadi salah satu sekolah yang didatangi BKKBN Jatim untuk pengadaan sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra.

“Sejalan dengan GenRe, di sekolah kami juga memiliki kegiatan yang mengedukasi siswa mengenai bahaya seks pra nikah dan napza,” jelas Agustina. Ke depan, dia berharap program sosialisasi yang diadakan oleh BKKBN Jatim ini dapat kembali datang ke SMKN 1 Buduran dengan total siswa peserta lebih banyak. (rul/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia