Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Suami Ditahan, Istri Kendalikan Bisnis Narkoba

Rabu, 07 Nov 2018 18:39 | editor : Wijayanto

DIBEKUK: Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Indra mardiana menunjukkan barang bukti dan menginterogasi tersangka kasus peredaran narkoba yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (7/11).

DIBEKUK: Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Indra mardiana menunjukkan barang bukti dan menginterogasi tersangka kasus peredaran narkoba yang berhasil diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (7/11). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Bisnis peninggalan suami membuat Irawati, 35, harus berurusan dengan polisi. Wanita warga Sunan Drajat, Lamongan ini menjadi pengendali pengiriman narkoba ke Banyuwangi. Modusnya, Irawati menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirimkan sabu-sabu (SS) seberat 100 gram.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Indra Mardiana menjelaskan, selain Irawati, pihaknya juga mengamankan satu tersangka lain. Dia adalah Asmadi Safar, 42, warga Dusun Tegal Gondo, Banyuwangi. Pria bertato ini ditangkap di rumahnya pada 12 Oktober lalu. 

"Penangkapan tersebut berawal saat kami mendapatkan informasi dari kantor ekspedisi di Jalan Mayjend Sungkono. Pihak ekspedisi menyatakan ada paket yang mencurigakan yang hendak dikirimkan ke Banyuwangi," ungkap AKBP Indra, Rabu (7/11).

Informasi itu ditindaklanjuti dengan membuka paketan yang ditujukan kepada seorang yang bernama Andi tersebut. Saat dibuka, ditemukan satu buah kotak hitam yang terdapat satu satu paket sabu seberat 100 gram.

"Kemudian pihak ekspedisi mengirimkan paketan tersebut ke cabang Banyuwangi, namun dalam pengawasan dan pengintaian kami," terangnya.

Saat paket tersebut sampai ke Banyuwangi, paketan itu diambil oleh seorang pria yang belakangan diketahui bernama Asmadi. Setelah mengambil paket tersebut di Jalan Tegalsari, Banyuwangi, Asmadi disergap polisi.

"Setelah kami interogasi, Asmadi mengaku jika narkoba tersebut dikirimkan oleh seorang perempuan bernama Irawati. Keesokan harinya, kami kembangkan penyelidikan hingga mengamankan tersangka Irawati di rumahnya di Lamongan," terang alumnus Akpol tahun 2000 ini.

Irawati mengaku terpaksa meneruskan bisnis narkoba untuk menanggung beban kebutuhan keluarga. Sebab sudah hampir satu tahun, suaminya ditahan di Lapas Lamongan karena terlibat kasus yang sama.

"Saya hanya meneruskan bisnis (narkoba) ini atas petunjuk suami saya," ungkap Irawati pasrah.

Irawati mengaku jika baru sekali mengirimkan paketan itu. Itupun ia juga harus dipaksa oleh suaminya. Setelah beberapa kali dibujuk, akhirnya Irawati mengikuti permintaan suaminya dengan iming-iming sejumlah uang. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia