Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

BKKBN Jatim Kenalkan Program GenRe di SMAN 1 Sidoarjo

Rabu, 07 Nov 2018 18:09 | editor : Wijayanto

SALAM GENRE: Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Suhartuti (dua dari kanan), anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (tengah), dan Kepala Dinas PMDP3AKB Ali Imron saat mengajarkan salam GenRe ke siswa SMAN 1 Sidoarjo, Rabu (7/11).

SALAM GENRE: Kabid Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Suhartuti (dua dari kanan), anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (tengah), dan Kepala Dinas PMDP3AKB Ali Imron saat mengajarkan salam GenRe ke siswa SMAN 1 Sidoarjo, Rabu (7/11). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SERAHKAN FASILITAS: Anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (tiga dari kanan) menyerahkan laptop kepada salah satu siswi SMAN 1 Sidoarjo, Rabu (7/11).

SERAHKAN FASILITAS: Anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari (tiga dari kanan) menyerahkan laptop kepada salah satu siswi SMAN 1 Sidoarjo, Rabu (7/11). (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) kembali mengadakan sosialisasi pembangunan keluarga bersama mitra melalui Generasi Berencana (GenRe) di sekolah-sekolah Surabaya maupun Sidoarjo. Sama seperti di dua sekolah sebelumnya, yakni SMA Wachid Hasyim Surabaya dan SMAN 1 Waru, sosialisasi GenRe di SMAN 1 Sidoarjo juga mendapat sambutan positif dari siswa kelas XII.

Perwakilan BKKBN Jatim yang diwakili Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga Suhartuti mengungkapkan, untuk menghadapi kondisi bonus demografi yang diprediksi terjadi tahun 2020 – 2030 yang akan datang, Indonesia diharapkan dapat mempersiapkan semaksimal mungkin.

“Menjelang transisi demografi yang mana usia produktif (15 – 64 tahun, Red) akan mencapai 70 persen atau sekitar 180 juta penduduk, mulai dari sekarang kami concern untuk menciptakan remaja berkualitas. Nah salah satunya adalah dengan sering melakukan sosialiasi GenRe seperti ini di sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, di Indonesia terutama di Jatim memiliki angka pemohon dispensasi pernikahan dini yang cukup besar. “Itulah yang akhirnya mendasari kami untuk lebih sering menyosialisasikan program GenRe di sekolah-sekolah,” katanya.

Program yang telah lama dicanangkan BKKBN ini memang dipersiapkan bagi remaja yang ingin merencanakan kehidupan berkeluarga. Di sosialisasi yang juga turut mengundang anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (PMDP3AKB) Ali Imron, dan tokoh masyarakat setempat Jalaluddin Alham, pihaknya menekankan kepada siswa kelas XII untuk menjauhi tiga hal. Yakni pernikahan dini, seks pra nikah, dan napza.

“Daripada masa muda kalian dihabiskan dengan hal-hal tidak berguna, sebaiknya gunakan waktu kalian untuk terus meningkatkan prestasi di sekolah,” pesan anggota DPR RI Komisi IX Lucy Kurniasari saat menyerahkan fasilitas laptop untuk Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja di SMAN 1 Sidoarjo, Rabu (7/11). (rul/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia