Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tumpukan Cat Terbakar, Gedung Baru RS Bhayangkara Kepulkan Asap

07 November 2018, 15: 54: 09 WIB | editor : Wijayanto

PEMADAMAN: Mobil water cannon milik Polda menyemprot ke arah gedung baru RS Bhayangkara yang terbakar.

PEMADAMAN: Mobil water cannon milik Polda menyemprot ke arah gedung baru RS Bhayangkara yang terbakar. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Pegawai di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur digegerkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di lantai tiga gedung baru RS Bhayangkara, Polda Jatim, Rabu siang (7/11).

Objek yang terbakar adalah tumpukan cat di dalam gudang lantai tiga. Setelah membakar tumpukan cat, api berdampak ke ruangan di lantai tiga. Asap juga mengepul masuk ke ruangan lantai empat yang difungsikan sebagai tempat pompa.

Menurut informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.58 WIB. Dari pantauan Radar Surabaya di lokasi, asap terlihat mengepul di lantai tiga bangunan. Asap berwarna hitam tersebut mengepul dari bagian selatan dan utara gedung.

Satu unit mobil water cannon Polda Jatim diturunkan untuk melakukan pemadaman. Begitu juga dengan beberapa pegawai RS juga sudah melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam ringan (apar). Namun, hal ini belum mengatasi api dan asap yang masih mengepul.

Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran bersama 10 unit mobil PMK tiba di lokasi. Terlihat saat proses pemadaman, beberapa kaca bangunan di lantai tiga juga dipecah untuk mempermudah proses pemadaman.

"Ini kebakaran kecil, hanya di lantai tiga. Itu berisi penyimpanan material" terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera. Dia memastikan tidak ada korban baik jiwa maupun luka. Sebab di gedung tersebut masih belum digunakan sama sekali.

Hal senada juga disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol M Iqbal saat meninjau lokasi kebakaran. Dia mengatakan bahwa gedung masih dalam proses penyelesaian. Lantai pertama dan dua sudah hampir rampung 90 persen. Untuk di lantai satu hanya digunakan 10 persen.

"Kontraktor belum sama sekali menyerahkan kepada kami, karena belum selesai," ucap Iqbal yang ditemui di lokasi.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan, di bagian lantai satu merupakan gedung instalasi gawat darurat (IGD) dan lantai tiga sebagai gedung manajemen sesuai perencanaan. Sedangkan lantai dua akan digunakan sebagai tempat rawat inap.

Ditambahkan Iqbal, pihaknya juga mengaku jika Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika ada insiden sudah berjalan dengan benar.

"Dugaan penyebab kebakaran ada kesalahan SOP, mungkin ada material yang terbakar, suhu juga panas, hujan sedikit, nanti kita akan lakukan penyelidikan dari kesalahan SOP," tegasnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya itu menerangkan, tim labfor akan mencari penyebab kebakaran. "Tidak ada korban, pasien tidak panik," tandasnya. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia