Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemerintah Tidak Akan Tutup Penyeberangan Ujung-Kamal

Rabu, 07 Nov 2018 15:35 | editor : Wijayanto

ALTERNATIF: Penyeberangan laut Ujung-Kamal yang masih aktif.

ALTERNATIF: Penyeberangan laut Ujung-Kamal yang masih aktif. (DOK/JPC)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa pemerintah tidak ada rencana untuk menutup lintasan penyeberangan laut dari Ujung (Surabaya) ke Kamal (Madura).

Namun, Kemenhub mempersilakan perusahaan penyeberangan untuk melakukan pengkajian dari sisi bisnis apakah tetap menempatkan kapalnya di lintasan Ujung Kamal atau memindah ke lintasan lain.

“Sampai hari ini pemerintah pusat tidak pernah ada rencana untuk menutup lintasan penyeberangan Ujung-Kamal. Karena kita juga tidak tahu kinerja atau kemampuan Jembatan Suramadu. Anggaplah lintasan penyeberangan Ujung-Kamal sebagai cadangan,” kata Dirjen Perhubungan Darat, Budi Setyadi di Jakarta, Rabu (7/11).

Selain itu, lanjut Budi, keberadaan lintasan Ujung Kamal dapat dijadikan alternatif lintasan bagi pengguna jasa yang berada di sekitar pelabuhan Tanjung Perak, khususnya penyeberangan orang dan sepeda motor. Karena jika harus ke jembatan Suramadu jaraknya cukup jauh.

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo telah membebaskan biaya pelintasan di Jembatan Suramadu. Pembebasan biaya melintas di jembatan Suramadu berdampak pada sepinya pengguna jasa kapal penyeberangan Ujung-Kamal.

Sementara itu Direktur Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (persero) La Mane mengatakan, pihak ASDP akan tetap mempertahankan libtasan Ujung-Kamal karena marketnya tetap ada.

Hasil evaluasi, masyarakat yang tinggal dan bekerja di sekitar Kamal Madura dan Tanjung Perak Surabaya masih membutuhkan lintasan tersebut. Karenanya pembebasan biaya tol jembatan Suramadu tidak terlalu berpengaruh signifikan.

“Masyarakat pejalan kaki maupun pemotor tetap menggunakan jasa penyeberangan (laut). Karena jika harus menLaalui jembatan Suramadu, mutarnya sangat jauh,” ujar La Mane.

Yang dilakukab ASFP adalah melakukan optimalisasi armada yang ada. Saat ini di lintasan Ujung Kamal hanya 3 kapal yang beroperasi, dua milik ASDP satu milik Darma Lautan Utama. (pur)

(sb/pur/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia