Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Wilmar Tingkatkan Kapasitas CPO

Rabu, 07 Nov 2018 15:06 | editor : Wijayanto

DITINGKATKAN: Kapasitas produksi CPO Wilmar bakal ditingkatkan untuk menunjang pemberlakukan biosolar.

DITINGKATKAN: Kapasitas produksi CPO Wilmar bakal ditingkatkan untuk menunjang pemberlakukan biosolar. (DOK/RADAR GRESIK)

GRESIK - Manajemen PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) siap meningkatkan produksi CPO (crude palm oil) karena dapat dipakai untuk bahan baku bio solar alias B20.

Direktur Holding PT WNI, Erik Tjia, mengatakan peningkatan produksi CPO tersebut untuk mendukung program pemerintah. Diantara kebijakan pemberlakukan B20 dan B30. Atau bauran 20 persen minyak sawit di dalam bahan bakar solar.

"Nantinya kapasitas produksi CPO untuk bahan baku bio solar sebesar 35 ribu ton sebulan yang belum diolah. Kemudian 150 ribu ton yang sudah diolah," ujarnya.

Dikatakan, demi memenuhi kebutuhan CPO itu, lanjut Erik, pihaknya bakal memproduksi di beberapa plant CPO milik WNI. Diantaranya di Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara dan Kalimantan Barat.

Ditambahkan, dari delapan plant, WNI mampu memproduksi CPO sebesar 30 persen bio solar. Kemudian dikirim ke PT Pertamina, PT AKR Corporindo Tbk dan PT Petro Andalan Nusantara.

Sementara itu Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam, saat melakukan kunjungan kerja menuturkan, hasil dari rapat dengan jajaran direksi PT WNI soal CPO akan dibawa dalam rapat Komisi VII. "Keran lebar yang dibuka oleh pemerintah terhadap pemakaian B20 menumbuhkan semangat baru untuk produk CPO," paparnya.

Dijelaskannyaa, B20 merupakan bahan bakar biodiesel yang 20 persennya diambil dari CPO. Keberadaan B20 tersebut diharapkan bisa mendongkrak penyerapan CPO di saat maraknya kampanye hitam yang dihembuskan Uni Eropa. “Hal ini membuat produksi CPO di Indonesia mengalami over supply,” tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia