Sabtu, 15 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Sosialisasi PPDB Sekolah Swasta Dimulai

07 November 2018, 14: 59: 20 WIB | editor : Wijayanto

MENGGAMBAR : Salah Satu siswa TK Nurish, Zahra, 5 tahun sedang mengikuti lomba mewarnai dalam rangka sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SD NU Nurish Randuagung.

MENGGAMBAR : Salah Satu siswa TK Nurish, Zahra, 5 tahun sedang mengikuti lomba mewarnai dalam rangka sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SD NU Nurish Randuagung. (HANY AKASA/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sejumlah sekolah swasta di Gresik sudah gerilya menggelar sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sosialisasi digelar baik melalui pemasangan reklame,pengumuman, perlombaan dan penyebaran brosur di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik, Mahin mengatakan mengatakan untuk sekolah swasta proses sosialisasi yang dilakukan mereka bebas. Bahkan, pemasangan sejumlah reklami dianggap wajar karena sekolah swasta ingin start lebih awal demi bisa mendapatkan siswa baru.

Meski diperbolehkan namun Dispendik tetap melakukan pengawasan ketat. Hal itu dilakukan agar selama proses PPDB gelombang pertama di sekolah swasta tidak terjadi pelanggaran dan memberatkan siswa baru. Salah satu bentuknya yakni berkaitan dengan tarikan biaya.

“Sekolah swasta kami harap nantinya juga menerima siswa kurang mampu atau kaya,” kata Mahin.

Dikatakannya, kreasi sekolah dalam sosialisasi di masyarakat dari tahun ke tahun makin kreatif. Tidak hanya memasang banner, mereka mengenalkan lingkungan sekolah mereka dengan mengundang calon siswa dengan mengikuti berbagai program maupun perlombaan yang ada.

Kepala SD NU Nurul Ishlah (Nurish) Randuagung, Kebomas Harianto menambahkan, sosialisasi untuk PPD di sekolah tersebut sudah dimulai. “Kami sudah menyebar brosur, yang inden juga cukup banyak,” kata Harianto.

Untuk sosialisasi pertama yakni lomba menggambar dengan peserta dari Taman Kanak kanak (TK). “Selain lomba menggambar juga lomba baca surat pendek serta bazar. Mengenalkan lingkungan sekolah ke siswa TK,” ungkap warga asli Cerme tersebut. (han/ris)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia