Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Nelayan di Jabon Masih Kesulitan BBM

Rabu, 07 Nov 2018 14:34 | editor : Wijayanto

SEPI: Salah satu perahu nelayan di Dermaga Tlocor, Jabon

SEPI: Salah satu perahu nelayan di Dermaga Tlocor, Jabon (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

SIDOARJO - Nelayan di Kecamatan Jabon dan Porong selama ini kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Mereka terpaksa membeli solar dengan harga yang mahal di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Moch Arifin, nelayan asal Dusun Tlocor, Kecamatan Jabon, mengatakan, ketika masih ada kebijakan subsidi BBM untuk nelayan pun mereka tidak pernah menikmati. Para nelayan di kawasan Tlocor dan sekitarnya harus membeli BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU. "Itu pun sangat dibatasi jumlahnya. Padahal, kebutuhan BBM untuk perahu-perahu itu lebih banyak ketimbang untuk mobil pribadi atau truk-truk," katanya.

Berbeda dengan kendaraan roda empat atau lebih yang bisa mengisi BBM di mana saja, Arifin menegaskan, perahu-perahu nelayan ini tidak punya semacam SPBU. Mereka hanya bisa mendapatkan solar dari pedagang yang membeli di SPBU. Itu pun harus jauh-jauh ke wilayah Kecamatan Bangil atau Gempol, Kabupaten Pasuruan. Sebab, sampai sekarang belum ada SPBU di Kecamatan Jabon. Tentu saja si pedagang menjual solarnya lebih mahal ketimbang harga di SPBU karena ada biaya distribusi dan sebagainya.

"Situasi yang dihadapi nelayan-nelayan sekarang memang sangat berat. Mestinya ada sedikit kemudahan untuk mendapatkan BBM. Kalau nggak ada BBM ya nggak akan bisa melaut," katanya.

Apakah perlu ada kebijakan BBM khusus untuk nelayan? "Kalau ada subsidi BBM khusus untuk nelayan sih alhamdulillah," kata Arifin. Namun, belajar dari pengalaman masa lalu, BBM khusus untuk nelayan itu ternyata sering tidak tepat sasaran. Buktinya, para nelayan di Jabon dan Porong tidak pernah menikmati BBM bersubsidi.

Arifin dan kawan-kawan hanya meminta akses untuk mendapatkan BBM di semua SPBU dengan menunjukkan semacam kartu tanda anggota paguyuban nelayan. Dengan kartu itu, mereka bisa mendapatkan BBM bersubsidi sesuai kuota. "Selama ini kami sering terpaksa membeli BBM yang mahal," katanya.

Lebih bagus lagi, menurut Arifin, pemerintah daerah membuka pangkalan BBM khusus nelayan di dekat dermaga. Dengan begitu, para nelayan bisa lebih mudah membeli BBM dengan harga normal. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia