Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sportainment

Bima Sakti Akui Akurasi Tendangan Timnas Masih Lemah

Selasa, 06 Nov 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

LATIHAN: Asisten pelatih Kurniawan Dwi Julianto mendampingi para pemain timnas berlatih sebelum bertolak ke Singapura.

LATIHAN: Asisten pelatih Kurniawan Dwi Julianto mendampingi para pemain timnas berlatih sebelum bertolak ke Singapura. (APF)

Jakarta -  Pelatih kepala Timnas Indonesia Bima Sakti mengakui akurasi tendangan para pemain Merah Putih belum cukup baik jelang Piala AFF 2018 yang dimulai 8 November.

Dalam sesi latihan  Senin (5/11) di Stadion Wibawa Mukti yang digelar sejak pukul 08.00 WIB, Timnas Indonesia mengasah variasi serangan. Usai adu tanding lima lawan lima dalam kotak penalti yang bertujuan untuk menjaga intensitas serangan, para pemain berlatih menembak dengan jarak kurang lebih 17 meter.

Sejumlah pemain seperti Beto Goncalves, Febri Hariyadi, Andik Vermansah, dan Gavin Kwan Adsit, gagal membobol gawang yang dijaga Andritany Ardhiyasa atau Muhammad Ridho. Sementara pemain lain, tak sedikit yang tendangannya melebar ke kanan atau kiri gawang, serta melambung.

"Ya, [akurasi tendangan Timnas Indonesia belum baik]. Memang karena sudah beberapa hari kami latihan, jadi mereka agak kelelahan. Tapi yang pasti motivasi mereka masih tetap bagus," ucap Bima.

Tembakan-tembakan dari jarak jauh atau luar kotak penalti dibutuhkan tim guna memecah kebuntuan saat kesulitan menembus pertahanan lawan lewat sebuah serangan. Selain mempertajam tembakan tim pelatih juga memberikan materi agar sirkulasi serangan berjalan cepat dari sisi satu ke yang lain.

Lebih lanjut, Bima juga menjelaskan alasan dia suka menggelar latihan hanya satu kali dalam sehari di waktu pagi. Bima menerangkan setiap pelatih punya metode latihan masing-masing.

"[Latihan pagi] itu sah-sah saja, tidak ada yang salah. Kami punya gaya masing-masing. Dan yang pasti setiap pelatih punya tujuan yang sama yaitu ingin membangun tim menjadi lebih baik. Saya memang mengadopsi metode Luis Milla yang hanya latihan satu kali sehari tapi intensitasnya tinggi," ujar Bima.

"Dan yang paling penting bukan durasi panjang, tapi intensitas dan kualitas. Kalau [latihan] sore, kami takut hujan. Kalau pagi, bila ada sesi latihan tambahan tidak khawatir dengan cuaca dan waktu Magrib," ujarnya menambahkan.

Di Piala AFF 2018, Timnas Indonesia berada dalam Grup B bersama Filipina, Singapura, Thailand, dan Timor Leste. Laga perdana Timnas Indonesia adalah lawan Singapura di Stadion Nasional, Kallang, Jumat (9/11). Timnas Indonesua rencananya bakal menggelar satu kali lagi latihan pagi Selasa (6/11), sebelum kemudian bertolak ke Singapura untuk laga perdana Piala AFF 2018. (pps/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia