Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Triwulan Tiga Ekonomi Jatim Tumbuh 5,4 Persen

Selasa, 06 Nov 2018 06:35 | editor : Wijayanto

KONSTRUKSI: Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan apartemen di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya.

KONSTRUKSI: Pekerja sedang menyelesaikan pembangunan apartemen di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) mencatatkan perekonomian Jatim pada triwulan ketiga 2018 tumbuh sebesar 5,4 persen. Jika diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, pertumbuhan perekonomian Jatim mencapai Rp 569,39 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 403,68 triliun.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menuturkan, ekonomi Jatim triwulan ketiga 2018 tumbuh sebesar 3,88 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Kondisi ini terutama didukung oleh kinerja lapangan usaha konstruksi sebesar 6,45 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 5,21 persen; serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 4,89 persen.

"Namun, pertumbuhan ekonomi Jatim triwulan ketiga 2018 jika dibandingkan dengan triwulan ketiga 2017 cenderung melambat. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tumbuh sebesar 5,59 persen," terangnya saat konferensi pers di kantor BPS Jatim, Senin (5/11).

Meski demikian, menurut Teguh, dari sisi produksi, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif. Beberapa lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif adalah lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang tumbuh sebesar 4,37 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 2,54 persen. Lalu jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh sebesar 2,34 persen, jasa keuangan dan asuransi tumbuh sebesar 2,25 persen, pengadaan listrik dan gas tumbuh sebesar 1,75 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Sementara, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan sebesar 8,87 persen. Kondisi ini terutama didukung oleh meningkatnya pertumbuhan di kategori industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 14,47 persen. Diikuti lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,24 persen, serta lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 7,99 persen (yoy).

"Semua tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik dan gas," ujarnya.

Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi komponen pengeluaran ekspor luar negeri sebesar 14,22 persen, diikuti pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 12,06 persen.

"Ekspor perhiasan, lemak dan minyak nabati, bahan kimia, kayu dan barang dari kayu masih menjadi unggulan Jatim. Disamping itu meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara dapat memicu ekspor tumbuh positif," imbuhnya. Sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah dipengaruhi oleh peningkatan belanja pegawai yaitu pembayaran gaji pokok dan tunjangan ke-13, belanja barang dan belanja modal. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia