Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pakde Karwo Tawarkan Pendidikan Vokasional Dual Track

Senin, 05 Nov 2018 23:11 | editor : Wijayanto

USULAN: Gubernur Soekarwo saat berbicara dalam seminar pendidikan di Hotel Shangrila Surabaya.

USULAN: Gubernur Soekarwo saat berbicara dalam seminar pendidikan di Hotel Shangrila Surabaya. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Untuk membekali siswa tingkat SMA agar menjadi sumber daya manusia yang bisa bersaing, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menawarkan program pendidikan vokasional dual track. Program ini dimaksudkan agar setiap sekolah menengah atas di Jatim baik tingkat SMA atau SMK membuka kelas vokasi selama dua hari dalam satu minggu untuk mengasah skill siswa.

Usulan itu disampaikan gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu di hadapan 1500 kepala sekolah di Jawa Timur dalam acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter Generasi Milenial di Era Revolusi Industri 4.0 di Shangri-La Hotel Surabaya, Senin (5/11).

Ekstrakurikuler vokasi yang ia tawarkan ada tujuh bidang keahlian. Mulai dari multimedia yang mencakup animasi, videografi, fotografi, desain grafis dan operator komputer. Bidang teknik elektro meliputi peralatan digital dan soud system. Selain itu ada teknik kendaraan ringan, teknik listrik, tata boga, kecantikan dan tata busana.

”Ketujuh keterampilan ini penting untuk membekali siswa dengan skill yang akan membantu siswa agar bisa bersaing dalam era revolusi Industri 4.0.,” kata Soekarwo

Apalagi di tahun 2020, Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi. Yang mana, jika para siswa ini tidak memiliki bekal skill mumpuni, mereka akan terlindas. Menjadikan bonus demografi yang sebenarnya bonus menjadi bencana.

Program dual track pendidikan vokasi ini merupakan program baru andalan pemerintah Jatim untuk menangani masalah pendidikan. Saat ini, di Jawa Timur, sudah 64,2 SMA/SMK di Jatim yang menerapkan sistem tersebut.

Ia menambahkan, meskipun sekarang pendidikan berbasis karakter sangat dibutuhkan, pendidikan dengan mengedepankan teknologi juga harus dilakukan dengan serius.

Mengingat ke depan, kompetitor tidak hanya datang antar provinsi namun juga datang lintas negara. "Karena kita saat ini sudah masuk dalam cyber teknologi, maka keahlian itu tidak bisa tidak kita kuasai," papar Soekarwo. (is/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia