Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Pengembangan Desa Wisata Gresik Utara

Tingkatkan Pendapatan, Latih SDM dan Kelola Alam

Senin, 05 Nov 2018 15:52 | editor : Wijayanto

MENGGELIAT : Suasana wisata pemancingan dan kuliner yang di bangun dengan anggaran Dana Desa di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.

MENGGELIAT : Suasana wisata pemancingan dan kuliner yang di bangun dengan anggaran Dana Desa di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Maraknya kasus penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) membuat perangkat Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu memilih cara aman. Mereka berupaya meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dengan memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang ada. Serta memberdayakan sumber daya manusia (SDM).

YUDHI DWI ANGGORO-Wartawan Radar Gresik

SETELAH sukses membuka wisata susur sungai Bengawan Solo dengan 'kapal pesiar', kali ini warga Desa Randuboto, membuka wisata pemancingan dan kuliner. Wisata itu dibuka untuk menambah PADes.

Lahan tambak yang berada di Dusun Tajung itu dipenuhi berbagai macam ikan. Mulai cukil, bandeng dan ikan jenis lainnya.

Sensasi lain, pengujung bisa membakar ikan hasil pancingan di tempat tersebut. Tak berpanas-panasan, di lokasi itu Pemdes sudah menyiapkan sarana dan prasarana mumpuni antara lain dibangunnya puluhan gazebo.

"Kalau di sini kita mancing sensasinya beda. Areal yang terbuka dan luas membuat pengunjung nyaman," kata salah satu pengunjung, Suyitno.

Dia mengatakan, selain tempatnya yang nyaman. Pengunjung juga bisa menikmati kuliner khas pesisir yang dimasak oleh masyarakat. "Juga bisa berwisata kuliner," pungkasnya.

Kepala Desa Randuboto, Andhi Sulandra menjelaskan, ide membuat areal kolam pemancingan merupakan salah satu upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Karena Desa Randuboto sudah dikenal dengan wisata susur sungai dengan kapal pesiar mini, Pemdes lalu menambah tempat wisata.

"Karena wisata yang lalu sukses, kita buka wisata kuliner dan pemancingan. Jadi setelah susur sungai pakai kapal pesiar, pengunjung dapat menikmati wisata kuliner dan pemancingan ikan," ungkapnya.

Andhi menjelaskan, pengembangan wisata pemancingan itu berasal dari Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh pemerintah pusat. "Pihak Pemdes kemudian membangun sarana dan prasarana disana," tandasnya.

Dia berharap, terwujudnya wisata pemancingan, warga desa bisa sejahtera. Untuk masuk ke lokasi wisata pemancingan dan kuliner di Desa Randuboto, Kabupaten Gresik, pengunjung tidak dikenakan biaya, pengunjung cukup membayar Rp 2.000 untuk menyebrang ke lokasi

pemancingan menggunakan perahu. Namun jika ikan dibawa pulang, pengunjung membayar sesuai ikan hasil pancingan. "Misalnya ikan kakap putih dihargai Rp 70ribu perkilonya sedangkan bandeng dihargai Rp 25 ribu perkilonya," jelas Andhi.(*/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia