Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Jelang Akhir Tahun, Pemkab Kebut Proyek Fisik

Normalisasi Sungai Buntung Terlambat

Sabtu, 03 Nov 2018 12:05 | editor : Wijayanto

MENDESAK: Normalisasi Kali Buntung di Waru belum dimulai.

MENDESAK: Normalisasi Kali Buntung di Waru belum dimulai. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SDIOARJO -  Dua bulan lagi tahun 2018 akan berakhir. Semua program pembangunan yang digagas Pemkab Sidoarjo harus tuntas. Sayangnya, hingga saat ini masih ada beberapa pekerjaan fisik yang belum selesai. Di antaranya, pembangunan gedung, pembangunan jalan beton, dan normalisasi sungai.

Normalisasi Sungai Buntung, misalnya, sebenarnya ditargetkan selesai tahun ini. Namun, hingga bulan ini pekerjaan tersebut belum dilakukan. Begitu juga dengan tiga pembangunan gedung yang harus dituntaskan tahun ini. Yakni pembangunan gedung Sidoarjo Community Center (SCC), gedung Kantor Pertanahan Sidoarjo, dan perbaikan ruang sidang dan pagar DPRD.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sigit Setyawan mengatakan, mendekati akhir tahun pihaknya ngebut menyelesaikan proyek fisik. Sebab, akhir tahun harus sudah selesai. "Tidak ada lagi tambahan waktu," ujarnya, Jumat (2/11).

Sigit menyebutkan, ada beberapa penyebab yang membuat pembangunan belum juga tuntas. Seperti rekanan yang tidak segera memulai pekerjaan. Selain itu, keterlambatan ini disebabkan proses lelang yang tersendat dan harus diulang.

Untuk mempercepat pekerjaan, Dinas PUPR melakukan evaluasi pembangunan setiap minggu. Proyek yang berjalan lambat menjadi bahasan. Pemkab akan mengirim surat peringatan pada pekerjaan yang tidak sesuai perencanaan.

Salah satu contohnya normalisasi Sungai Buntung. Dari evaluasi pengerukan belum berjalan. "Pihak penyedia sudah kami beri peringatan," tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan Dinas PUPR M Yunan Khoiron menjelaskan, seluruh proyek fisik tengah dikebut. Pihaknya meminta seluruh rekanan menambahkan pekerja. "Agar cepat selesai," ucapnya.

Selain itu, waktu pekerjaan rencananya akan ditambah. Yunan mengatakan, selama ini pembangunan dimulai malam hari. Terutama pekerjaan jalan. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kemacetan. "Kemungkinan kami tambah waktunya. Siang hingga malam," jelasnya. (nis/rek)

(sb/nis/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia