Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Kinerja di Ranjang Kurang Greget, Karin Cari Pelampiasan

Sabtu, 03 Nov 2018 10:37 | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Seorang pengacara kasus perceraian mengatakan, kepuasan seksual dalam rumah tangga jangan diremehkan. Banyak kasus perceraian yang ditangani si pengacara disebabkan oleh pasangan tak puas dalam urusan ranjang. Akhirnya mencari pelampiasan pada pria idaman lain. Lho, berarti yang nggak puas itu si perempuan ya? Aduh dek!

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Seperti nasib nahas yang dialami oleh Donwori, 45.  Pria asal Karang Pilang ini diselingkuhi istri karena dianggap kurang greget saat di ranjang. Lantaran tak terima, ia pun akhirnya menalak Karin, 43, istri yang telah ia nikahi selama belasan tahun lamanya.

Betapa hancur hati Donwori ketika mendapati sang istri ngamar dengan pria lain. Perselingkuhan itu, ia ungkap sendiri. Seperti di sinetron-sinetron, Donwori membuntuti istrinya yang saat itu pamitan jalan-jalan dengan teman arisan. Alih-alih arisan, rupanya Karin malah check-in di hotel. Tentu saja, saat itu Donwori langsung marah besar dan langsung menalak istrinya.

Di awal, Karin hanya diam dan tidak melakukan pembelaan. Baru ketika di depan persidangan, Karin mengaku kalau alasannya bercerai lantaran kurang puas dengan ‘kinerja’ suami di ranjang. “Aku dianggap kurang inovatif (di ranjang, Red). Kurang greget. Dia ngakunya kurang puas,” kata Donwori mengingat ungkapan Karin yang membuat hatinya tersilet-silet itu.

Mendengar pemaparan istrinya, Donwori sempat shock. Bagaimana tidak. Ia tidak menyangka kalau performanya di ranjang selama ini kurang di mata istri. Wong akunya, selama ini Karin juga tak pernah menampakkan gelagat tidak puas. “Ya mana tahu kan? Coba kalau dia ngomong, kan aku bisa usaha lebih,” gerutunya lagi.

Gara-gara alasan ini juga, Donwori makin kecewa. Pokoknya, ia ingin urusannya segera selesai dan hak asuh anak jatuh kepadanya. Ia gak tega kalau anaknya dibesarkan oleh ibu yang tidak bisa digugu dan ditiru macam Karin.

Donwori mengaku, perselingkuhan Karin ini sejak awal memang kentara sekali. Hal ini ditunjukkan oleh gelagat-gelagat Karin yang sering mencurigakan.   Belakangan, Karin senang sekali pamit keluar untuk kumpul dengan teman-teman lama. Yah lagi-lagi teknologi dan sosial media punya andil dalam mempertemukan teman-teman lama ini. Karena intensitas keluar Karin yang keterlaluan, akhirnya Donwori pun curiga. “Apalagi,  dia sering banget teleponan lewat tengah malem. Diem-diem dipikire aku gak ngerti,” lanjut Donwori.

Dari beberapa kejanggalan yang dilakukan istrinya inilah, Donwori akhirnya mengungkap perselingkuhan Karin. Donwori mengaku, tak mengenal siapa yang yang menjadi PIL-nya Karin. Di depan hakim, Karin mengaku dikenalkan dengan pria tersebut oleh teman-teman lamanya. Karena sama-sama mengharapkan pengalaman berhubungan suami istri yang berbeda, akhirnya keduanya sepakat untuk booking kamar. “ Yah gak nyangka Mbak. Tak pikir istriku orang baik-baik, ternyata bisa main serong juga,” pungkas Donwori, tak bisa menutupi kekecewaan. Sing sabar yang Mas Wori….(*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia