Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

KPKAS 2018 Wujud Nyata Ciptakan Generasi Berkualitas

Kamis, 01 Nov 2018 06:15 | editor : Wijayanto

SINERGI: Kepala DP5A Chandra Oratmangun, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro berfoto bersama jajaran Forkopimcam Tegalsari, dan perwakilan pegiat pendidikan saat roadshow Kampung Pendidikan di Tempel Sukorejo, Surabaya, Rabu (31/10).

SINERGI: Kepala DP5A Chandra Oratmangun, Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro berfoto bersama jajaran Forkopimcam Tegalsari, dan perwakilan pegiat pendidikan saat roadshow Kampung Pendidikan di Tempel Sukorejo, Surabaya, Rabu (31/10). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Roadshow Kampung Pendidikan Kampunge Arek Suroboyo 2018 (KPKAS) ke-4 yang digelar di Jalan Tempel Sukorejo Gang 1 No. 59, RW 7, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Tegalsari, Rabu (31/10), berlangsung seru dan meriah.

Antusiasme warga dan kepedulian masyarakat dengan pendidikan anak ini membuat Ketua Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), Martadi dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya, Chandra Oratmangun bangga. Keduanya semakin optimis jika 10-20 tahun ke depan, generasi arek-arek Suroboyo tidak diragukan lagi kualitas pendidikannya.
 
Martadi mengungkapkan, antusiasme masyarakat pada tahun ini sangat luar biasa dari tahun sebelumnya. “Mereka membuat spirit baru di dunia pendidikan Surabaya. Jadi tidak kami tidak ragu lagi, bahkan optimis beberapa tahun lagi generasi kita sangat hebat dari segala sektor,” kata Martadi.

Dia menyampaikan beberapa hal yang penting bagi pendidikan anak di Surabaya. Salah satunya adalah mengurangi penggunaan telepon genggam atau smartphone yang semakin hari semakin meresahkan banyak orang tua.

Martadi ingin, orang tua ikut andil mengatasi masalah tersebut agar anak tetap konsen saat belajar. “Persoalan anak tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah. Ini menjadi tugas orangtua mendidik anak. Ibarat kita membersihkan air yang keruh, kalau membersihkan, harus dari sumbernya. Begitu juga dengan mendidik anak, orang tua harus sejak dini melakukan antisipasi atau pencegahan penggunaan handphone,” tegasnya.

Kepala Dinas DP5A Kota Surabaya, Chandra Oratmangun menyampaikan pesan Wali Kota Tri Rismaharini tentang pentingnya menjaga anak di sekitar kampung, bahkan di mana pun tempatnya. Karena, kasus pencabulan terhadap anak sedang marak dan meresahkan warga.

Karena itu, Chandra ingin masyarakat tetap waspada jika ada orang baru atau pendatang yang mencurigakan. Tujuan diadakan kampung pendidikan bukan sekadar lomba. Tetapi, bagian dari upaya pemerintah kota Surabaya memproteksi anak dari lingkungan yang sehat dan terhindar dari ancaman predator.

“Tidak henti-hentinya, Bu Risma menyampaikan ini. Seperti di roadshow sebelumnya juga sudah disampaikan. Kita harus melindungi anak-anak kita, ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan orang tua. Tapi tanggung jawab kita bersama seluruh lapisan masyarakat Surabaya,” ucapnya. (gin/jay)

SEMANGAT: Anak anak memanfaatkan waktu dengan membaca buku di mobil perpustakaan keliling disela-sela roadshow.

SEMANGAT: Anak anak memanfaatkan waktu dengan membaca buku di mobil perpustakaan keliling disela-sela roadshow. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia