Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Diperas Istri Siang-Malam Tetap Tak Cukup, Donwori Ditinggal Pergi

Sabtu, 27 Oct 2018 11:21 | editor : Wijayanto

Ilustrasil

Ilustrasil (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Direwangi kerja siang malam cari rezeki demi istri, rupanya tak cukup membuat Karin, 34, setia. Pada akhirnya ia tetap pergi. Cari gandengan baru yang dompetnya lebih berisi ketimbang milik suami.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Ibarat dicocok-cocokkan sama lagu, nasib Donwori, 41, ini mirip sekali dengan Suket Teki-nya Didi Kempot. Paribasan awak urip kari balung lilo tak lakoni. Jebule janjimu jebule sumpahmu, ra biso digugu ..   (Oke, cukup, lanjutkan sendiri, kalau diteruskan jadi buku lagu nanti, bukan iso ae). Donwori ini sudah rela banting tulang, kerja siang malam agar Karin bahagia. Eh ujung-ujungnya ditinggal juga.

“Lek dipikir-pikir, bojoku iki rodok nggapleki. Ngono kok iso aku cinta mati,” celetuknya di sebuah warung depan Pengadilan Agama (PA)  Klas 1 A Surabaya. 

Donwori menjelaskan, urusanya di pengadilan ini untuk mengahkiri hubungan pernikahannya dengan Karin. Alasannya amat sangat mainstream, ditinggal selingkuh dengan pria lebih kaya. Bedebahnya, aksi selingkuhan ini sudah jadi buah bibir banyak orang. Antara tak terima dan malu, akirnya mantaplah si Don ini untuk menalak istri.

“Aku ora kenal sopo selingkuhane, bapak-bapak wes uzur,” katanya dengan nada jengkel.

Diduga kuat, Karin selingkuh bukan karena cinta, melainkan karena harta. Ini didukung dengan rekam jejak Karin selama ini yang kentara matrealistis sekali. Kata Donwori, istrinya ini memang mata duitan. Kalau kumpul sana-sini dengan geng sosialita, sih enggak. Cuma dia ingin diperlakukan bak ratu di rumah. Perabotan mahal, mobil berjajar, perawatan ekstra dari ujung rambut hingga kaki, tas branded hingga jalan-jalan tiap minggu adalah kebutuhan primer yang harus Donwori penuhi. Alhasil, gaji Donwori sebagai karyawan swasta gak ngatasi.

Tapi sebagai istri kreatif, Karin tak kehabisan akal. Ia mengeksploitasi tenaga suaminya selagi mampu. Sepulang kerja, Donwori masih harus keliling Surabaya, menjadi ojek online untuk menambah penghasilan. Biasanya, lewat tengah malam ia baru pulang. Hal itu dilakukan Donwori berbulan-bulan. ”Pokoknya mulai marak ojek online itu, ya dari situ aku mulai diekspliotasi,” paparnya.

Jangan harap dia bisa pulang cepat. Karena sekali saja ia ketahuan pulang gak bawa setoran banyak, ia pasti langsung diomeli istri habis-habisan. Donwori mengaku, ia tipikal suami yang sayang sekaligus takut istri. Karena ia takut, kalau tak dituruti, Karin akan cari gandengan lagi.

“Pada akhirnya, dituruti ya tetep cari gandengan lagi ya Mas,” timpal saya, miris.

“Nah iku kurang aseme, kok iso-isone tak rewangi salto rono rene, dekne panggah selingkuh,” tobatnya lagi.

Sambil menyeruput kopi yang agaknya masih panas, dia melanjutkan ceritanya. Karin ini, seminggu saja tak dituruti ngemal, jalan-jalan atau keluar kota, pasti ngamuk. Mengamuknya juga tak biasa. Ia bahkan sampai mogok masak, mogok belanja. Bahkan yang lebih parah Karin sampai pulang ke orang tuanya. Ini yang membuat Donwori takut di awal. Prinsipnya kalau sudah menikah ya sudah dipertahankan saja. Jangan sampai berantem,  jangan sampai kabur-kaburan segala.

Tapi  sayang sekali, hukum sebab akibat agaknya tak berjalan mulus pada keluarganya. Meskipun Donwori ngoyo mempertahankan pernikahannya setengah mati, pada akhirnya Karin juga tetap selingkuh.  “Deloken wae, lek duwite mbah-mbah entek dikuras dia, paling dia ya cari gandengan lagi,” pungkas pria asal Mulyorejo ini. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia