Kamis, 21 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Tingkatkan Kesadaran Pajak, KPP Gresik Utara Gelar BDS

26 Oktober 2018, 11: 46: 25 WIB | editor : Aries Wahyudianto

SENANG : Para pengusaha di Gresik sedang mengikuti Business Development Sevice (BDS) yang digelar KPP Gresik Utara.

SENANG : Para pengusaha di Gresik sedang mengikuti Business Development Sevice (BDS) yang digelar KPP Gresik Utara. (HANY AKASAH/RAADR GRESIK)

KEBOMAS-Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Gresik Utara terus mendorong penerimaan pajak di wilayah Gresik Utara. Salah satunya menggelar Business Development Sevice (BDS) dengan tema menjadi pengusaha makanan yang terpercaya di Wilmar, Rabu (24/10). Kegiatan itu diikuti sebanyak 40 pengusaha UMKM dari seluruh komunitas pengusaha di Gresik. Seperti Ikatan Wanita Perempuan Indonesia (Iwapi), Perwira (PersatuanWiraswasta Indonesia) dan lain sebagainya.

KOMITMEN : KPP Gresik Utara dan Manajemen PT Wilmar sebelum kegiatan Business Development Sevice (BDS) dimulai.

KOMITMEN : KPP Gresik Utara dan Manajemen PT Wilmar sebelum kegiatan Business Development Sevice (BDS) dimulai. (HANY AKASAH/RAADR GRESIK)

Kepala KPP Gresik Utara, Ismail mengatakan KPP terus mendorong UMKM di Gresik untuk berkembang. Dengan demikian, mereka mampu meningkatkan taraf ekonominya. “Ketika mereka maju maka dampaknya pada peningkatan kesadaran pajak di KPP,” ungkap dia.

Dalam kegiatan itu, para peserta diajari untuk mengelola berbagai cita rasa kuliner, seperti roti, mie ayam dan cookis. “Konsep menajemen pemasarannya juga kita ajarkan ke peserta,” ungkap dia.

Diakui, sejak penurunan besaran pajak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari 1 persen menjadi 0,5 persen mendorong peningkatan jumlah wajib pajak (WP) dari kalangan tersebut. Pengusaha UMKM juga makin dekat dengan KPP sehingga mereka sadar dengan kewajibannya.

Sementara itu, Ketua Perwira Gresik, Wiwik Wahyuni mengakui KPP sering menggelar kegiatan dan pembinaan kepada komunitas pengusaha di Gresik. “Alhamdulillah usaha kami terus berkembang, kami sadar kewajiban kami untuk membayar pajak karena untuk kepentingan yang lebih besar,” ungkap dia. (han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia