Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

Tahukah Anda, Suntik Botox Justru Menghambat Orgasme

Kamis, 25 Oct 2018 13:59 | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Ada banyak cara untuk mempertahankan agar wajah tidak tampak keriput. Salah satunya dengan suntik botox. Banyak orang, terutama kaum perempuan, yang menyukainya. Sebab, botox cukup efektif meminimalisir munculnya kerutan, terutama di sekitar mata, wajah, dan leher.

Tapi, apakah Anda pernah berpikir bahwa dalam kenyataannya suntik botox juga memiliki efek samping? Dikutip dari laman BoldSky, Kamis (25/10), suntik botox ternyata dapat mengurangi peluang orgasme.

Yah, penelitian telah membuktikan bahwa orang yang telah menjalani perawatan botox memiliki lebih sedikit kemungkinan untuk mengalami orgasme. Mereka 

menikmati orgasme lebih sedikit bila dibandingkan dengan orang yang tidak menjalani perawatan suntik botox.

Menurut psikolog di Cardiff University, Inggris, diketahui bahwa orang yang menjalani perawatan botox tidak dapat bebas berkomunikasi dengan pasangannya, saat mereka berhubungan seks. Pada gilirannya, hal itu diyakini mempengaruhi kinerja seksual individu dan memiliki dampak pada perasaan kenikmatan wanita karena dia tidak bisa mengalami orgasme.

Peneliti utama Dr Michael Lewis menganalisis jika efek botox mempengaruhi melemahnya beberapa saraf wajah. Ujung-ujungnya membuat sulit perempuan untuk menghasilkan beberapa ekspresi wajah saat bercinta. “Wanita yang menggunakan botox  hingga terlihat cantik, sepertinya kesulitan membuat hubungan dengan pasangan karena ekspresi wajah mereka dibatasi,” ungkap Lewis.

Diungkapkannya, ekspresi wajah yang berkaitan dengan orgasme adalah otot yang sama yang menjadi sasaran perawatan kosmetik tipikal botulinum toksin tersebut. Mobilitas yang lebih rendah dari otot-otot wajah diyakini mengganggu ekspresi, sehingga mengurangi kegembiraan selama beraktivitas seksual. “Akibatnya, mereka menikmati orgasme yang lebih kecil,” ujarnya.

Sebagai hasilnya, diketahui bahwa wanita yang menjalani perawatan tampaknya merasa kurang terhubung dengan pasangan mereka. Juga ada penurunan tingkat situasi klimaks ketika seorang perempuan making love dengan pasangannya. (opi/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia