Minggu, 18 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Ketemunya di Dunia Maya, Suami pun Menghilang Begitu Saja

Rabu, 24 Oct 2018 17:28 | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Seorang hakim pernah memberi nasihat perihal pernikahan. Intinya, sebagai perempuan, sebelum mengiyakan lamaran laki-laki pastikan asal usul (calon) jelas. Jelas rumahnya, jelas keluarganya, jelas keturunannya. Karena dalam pernikahan yang butuh wali cuma perempuan. Laki mah bebas-bebas aja. Cuma modal bayar dan mahar. Iya kalau jujur, kalau sehabis menikah malah kabur? Mau dicari ke mana? 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Ketika baru masuk di pelataran kantor pengacara yang berlokasi tepat di samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, saya melihat seorang ibu paruh baya yang berjalan meninggalkan bangunan bercat putih itu. Bersamanya, ada perempuan muda usia 20 tahunan. Ia kemudian berpamitan kepada seorang pengacara yang saya kenal. "Besok saya ke sini lagi ya, Pak. Pokoknya minta tolong sekali," kata si ibu, lalu buru-buru pergi dengan anaknya yang sedari tadi hanya terdiam. 

Setelah bayangan ibu-ibu tadi tak nampak, baru saya bertanya kepada si pengacara. "Itu tadi kenapa, Pak? " tanya saya, menggali informasi. 

"Biasa lah. Anak perempuannya mau gugat suaminya," jawabnya dengan santai. 

Lalu, si pengacara pun mulai bercerita. Kita panggil saja si mbak-mbak yang ikut ibunya tadi, Karin, 24, dan suaminya, Donwori, 27. Dari pengaduan Karin, sudah empat tahun lamanya, Donwori menghilang tanpa kabar. Meninggalkan istri dan seorang anak yang masih kecil. Saat pergi dulu, Donwori pamit untuk mengadu nasib di pulau seberang. Mengikuti seorang teman yang lebih dulu telah sukses di sana. Saat itu Karin juga mendambakan kehidupan yang lebih enak, sehingga keinginan suami untuk pergi ia iyakan saja. 

Namun setelah resmi merantau, Karin putus kontak dengan Donwori. Suaminya ini blas tidak bisa dihubungi. Tak mau berpikir negatif terlebih dahulu, ia masih setia menunggu dan menunggu. "Dia tadi bilang emoh mikir aneh-aneh awalnya. Dia yakin, mungkin suaminya memang mendapat kendala di sana. Siapa tahu tiba-tiba pulang bawa duit banyak kan," cerita si pengacara.

Namun ditunggu dan ditunggu, si Donwori ini tak pernah nongol. Boro-boro mengirimkan uang, menelepon sekadar tanya kabar anak saja, tidak pernah. Akhirnya ya ini,  ia diajak ibunya untuk konsultasi ke pengacara. Setelah empat tahun menahan untuk tetap setia, pertahanan Karin jebol juga. “ Lha kenapa tidak cari informasi ke keluarganya saja, Pak ?” tanya saya, pura-pura ingin tahu.

“Lha ini masalahnya, selama menikah itu, Karin tak pernah tahu keluarga suaminya dan di mana ia tinggal,” ungkap Pak pengacara.

Jadi ceritanya, si Karin ini menikah dengan Donwori tanpa pikir panjang. Keduanya berkenalan di buku wajah (Facebook). Karena Donwori mbribiknya getol sekali, akhirnya luluh lah Karin. Sudah kemakan cinta dan rayuannya, Karin pun akhirnya mau dinikahi. Padahal kalau dipikir-pikir, status Donwori ini belum jelas blas.

Katanya, Donwori mengaku sudah tak memiliki bapak ibuk. Selama ini, ia hanya punya saudara di luar pulau yang menjadi walinya. Karena Donwori sudah dewasa, ia merantau dan menghidupi dirinya sendiri. Hingga bertemulah dengan Karin dan menaruh hati. “Lha kenapa gak tanya sama saudaranya itu, di mana Donwori sekarang?” tanya saya lagi, memotong.

“ Sek talah.. belum selesai ini ceritaku,” sergah si pengacara, bersiap-siap melanjutkan cerita.

Masalahnya, Karin tak pernah tahu di mana alamat saudara Donwori ini berada. Kontak hape juga tak punya. Mereka hanya bertemu sekali, saat  menghadiri prosesi pernikahan sederhana keduanya. Setelah itu, tak pernah muncul lagi. Anehnya, baik Karin maupun keluarganya tak menaruh curiga pada asal-usul keluarga Donwori ini. “Iya kalau keluarga beneran, kalau sewaan gimana,” katanya lagi.

Si pengacara yang pandai bercerita ini kemudian melanjutkan. Katanya, pas setahun pernikahan, Donwori juga hidup biasa-biasa saja. Melanjutkan pekerjaannya sebagai karyawan pabrik biasa. Menjalankan tugas dan suami dengan sederhana. Tapi setelah itu ya wassalam, dianya pamit tak kembali. Nyusul Bang Toyib kali ya. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia