Minggu, 16 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Yoga Bantu Atasi Depresi Pasca-Melahirkan

22 Oktober 2018, 16: 58: 08 WIB | editor : Wijayanto

ilustrasi

ilustrasi (NET)

Banyak ibu yang mengalami depresi setelah mereka melahirkan. Nah, bagaimana yoga dapat membantu mengatasi depresi itu? Berikut penjelasan para ahli seperti yang dikutip dari laman Health Line, Minggu (21/10).

Adalah yoga asana dan teknik pernapasan tertentu, disebut para ahli dapat membantu mengatasi gejala depresi pascamelahirkan. Seiring waktu, ibu baru pasti akan melihat peningkatan kualitas hidup dengan bantuan yoga tersebut. Sebab, yoga memiliki kemampuan untuk membantu tetap tenang, menyeimbangkan fungsi organ-organ dan membantu kesehatan Anda kembali ke jalur dengan kombinasi beberapa asana dan teknik pernapasan.

Yoga pasti dapat membantu Anda mengatasi gejala depresi pascamelahirkan. Depresi pascamelahirkan mengacu pada periode tahun pertama setelah melahirkan yang menghadirkan risiko tinggi depresi bagi wanita. Gejala depresi postpartum ini mirip dengan depresi klinis. Depresi pascamelahirkan dapat mempengaruhi kemampuan dan keterampilan ibu untuk terlibat dalam interaksi normal dengan anak. Dengan demikian ada kemungkinan dapat merusak perkembangan hubungan dengan anak nantinya.

Risiko depresi pascamelahirkan dikatakan tertinggi setelah kelahiran anak pertama. Beberapa gejala, termasuk kesedihan atau kecemasan, melalui hari yang sering memburuk di malam hari, anak menangis, tingkat percaya diri yang rendah, kelesuan dan sulit tidur, biasanya muncul setelah 30 hari melahirkan.

Berikut adalah beberapa teknik yoga yang dapat membantu ibu baru menghadapi depresi pascamelahirkan dengan cara yang lebih baik:

1. Pranayam
Pranayam dapat membantu ibu-ibu baru menghadapi berbagai masalah termasuk emosi negatif, kesedihan, kecemasan, dan frustrasi. Yang perlu Anda lakukan adalah duduk di sukhasana atau vajrasana dan menarik nafas perlahan dan terus menerus dengan santai. Setelah inhalasi selesai, tahan nafas Anda selama beberapa hitungan, dan buang nafas dengan cara yang sama dan ke hitungan yang sama. Idenya adalah untuk menyamakan penghirupan dan pernafasan Anda. Berkonsentrasi pada aliran nafas yang lambat, terus menerus dan tidak terganggu. Anda dapat berlatih teknik ini sekali di pagi hari dan sekali sebelum tidur.

2. Meditasi
Studi penelitian telah menunjukkan bahwa pernafasan dalam dan meditasi mempengaruhi tingkat pembawa pesan kimiawi alami di otak, yang disebut noradrenalin yang dilepaskan ketika kita ditantang, ingin tahu, berolahraga, terfokus atau terangsang secara emosional. Dan jika diproduksi pada tingkat yang tepat, membantu otak menumbuhkan koneksi baru, seperti pupuk otak. Cara bernafas, dengan kata lain, secara langsung memengaruhi kimia otak dengan cara yang dapat meningkatkan perhatian dan meningkatkan kesehatan otak kita. Ini tidak diragukan lagi dapat membantu ibu tetap tenang ketika menjadi ibu. (opi/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia