Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tiap Tahun Naik, Investasi di Gresik Tembus Rp 48 Triliun

Jumat, 19 Oct 2018 12:37 | editor : Aries Wahyudianto

TUMBUH : Pertumbuhan investasi di Kabupaten Gresik tiap tahun selalu mengalami kenaikan yang untuk tahun ini saja nilianya mencapai Rp 48 triliun.

TUMBUH : Pertumbuhan investasi di Kabupaten Gresik tiap tahun selalu mengalami kenaikan yang untuk tahun ini saja nilianya mencapai Rp 48 triliun. (YUDHI/RADAR GRESIK)

Perlambatan ekonomi disetai pertumbuhan ekonomi yang stagnan tidak mempengaruhi keinginan investor untuk menanamkan investasinya di Kabpaten Gresik. Sejak 2016, investasi di Kabupaten Gresik mengalami pertumbuhan rata-rata 30 persen.

DINAS Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Gresik menyatakan target investasi di Gresik berhasil dilampaui. Tak tanggung-tanggung, target investasi yang dibebankan hingga 2021 mendatang bisa dipenuhi tahun ini juga. Bahkan, DPM-PTSP optimis jumlah investasi yang masuk bisa dua kali lipat dari target.

Angka investasi yang masuk ke Kabupaten Gresik setiap tahun terus mengalami kenaikan. Pada tahun 2016 lalu, investasi yang masuk di Kabupaten Gresik hanya Rp 25 triliun. Angka ini mengalami kenaikan pada tahun 2017 menjadi Rp 42 triliun. Dan pada tahun 2018 jumlahnya sudah mencapai Rp 48 triliun.

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Gresik Mulyanto mengatakan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 investasi ditarget sebesar Rp 48 triliun. Tetapi saat ini target tersebut sudah terpenuhi. “Kalau merujuk pada RPJMD seharusnya angka Rp 48 triliun baru bisa tercapai 2021 mendatang. Tapi ternyata bisa kami penuhi sekarang,” ujarnya.

Menurut dia, dengan tren investasi yang cukup baik pihaknya optimis angka investasi akan terus mengalami kenaikan. Bahkan, pihaknya optimis nilainya bisa mencapai dua kali lipat dari target yang dicanangkan. “Kami memperkirakan jumlah investasi yang masuk bisa mencapai angka Rp 72 triliun,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Jumanto mengapresiasi kinerja pemerintah daerah terkait pencapaian investasi. Hanya saja, pihaknya kembali mengingatkan agar besarnya investasi yang masuk benar-benar dirasakan masyarakat. “Seharusnya semakin tinggi investasi angka pengangguran bisa semakin rendah. Tapi kenyataannya ini tidak berjalan beriringan,” ujarnya.

Kalau melihat angka keseluruhannya memang terus mengalami kenaikan setiap tahun. Tetapi, kalau dilihat lagi, sebenarnya angkanya cenderung turun. Bisa dilihat kalau tahun 2017 lalu jumlah proyek mencapai 77, tapi tahun ini hanya 41. “Termasuk serapan tenaga kerja, dimana tahun 2017 lalu mencapai 12 ribu orang. Tapi sekarang hanya 1.200 saja. Ini yang harus terus dikaji apakah investasi sebenarnya naik atau turun,” imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia