Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Dinas PUPR Petakan Wilayah Rawan Banjir

Selasa, 16 Oct 2018 21:57 | editor : Lambertus Hurek

Salah satu rumah pompa di Sidokare Sidoarjo.

Salah satu rumah pompa di Sidokare Sidoarjo. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Menjelang musim hujan, sejumlah wilayah yang biasa dilanda banjir mulai bersiap. Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mengidentifikasi daerah yang rawan banjir. Total ada enam wilayah yang tersebar di utara, selatan, dan pusat kota. 

Kepala Dinas PUPR Sidoarjo Sigit Setyawan mengatakan, dua wilayah yang sering tergenang di utara adalah Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, dan Desa Tropodo, Kecamatan Waru. Penyebabnya, karena saluran air yang tertutup bangunan milik warga. Sehingga tidak optimal dalam menampung air. "Akan kami pasang box culvert untuk memperlancar aliran air," ujarnya, Selasa (16/10). 

Selain itu, pusat kota juga tidak lepas dari genangan air ketika musim hujan. Di pusat kota, banjir merendam kawasan Sidokare. Lokasi di Jalan Kutuk Sidokare. Genangan itu merendam hunian dan perumahan milik warga. 

Menurut Sigit, ada dua penyebab banjir. Tingginya volume air di sungai Sidokare. Lantaran sungai dipenuhi sedimentasi.  Ditambah, saluran air di pemukiman yang terhambat sampah.

Untuk solusinya, pihaknya melakukan normalisasi Sungai Sidokare. Pengerukan itu berjalan sejak tahun lalu. Selain itu, di setiap pintu air dipasang CCTV untuk memonitor ketinggian air. "Sehingga kami bisa mengambil tindakan cepat ketika volume air meningkat," katanya. 

Dinas PUPR juga membangun rumah pompa. Salah satunya di sebelah rumah dinas wakil Bupati. Fungsinya memompa air yang menggenangi saluran air.

Lokasi genangan di wilayah selatan tersebar di tiga kecamatan. Di Tanggulangin, titik banjir di Jalan Raya Porong dan Desa Kalitengah. Di Kecamatan Porong, genangan merendam desa Wunut dan Pesawahan. Sedangkan di Jabon, mayoritas desa terendam. 

Dia menjelaskan, penanganan banjir di selatan tidak hanya dilakukan Dinas PUPR. Pasalnya, ada sejumlah wilayah yang merupakan kewenangan instansi lain. Misalnya, Jalan Raya Porong. Dinas PUPR harus bekerja sama dengan BBPJN VIII selaku pengelola jalan nasional. Selain itu, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS). Sebab, kawasan berdekatan dengan tanggul.

Dinas PUPR membangun rumah pompa di Sungai Kedungkampil. "PPLS sudah membangun kolam tampungan air," jelasnya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia