Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Jelajah Bukit Kapur Sekapuk

Bekas Tambang Kini Jadi Destinasi Wisata Baru

16 Oktober 2018, 15: 45: 36 WIB | editor : Aries Wahyudianto

BUKIT KAPUR : Artis sinetron salah satu TV swasta saat melakukan syuting di bukit kapur Sekapuk beberapa waktu lalu.

BUKIT KAPUR : Artis sinetron salah satu TV swasta saat melakukan syuting di bukit kapur Sekapuk beberapa waktu lalu. (Rofiq/Radar Gr)

Keberadaan bekas tambang kapur tak terpakai di wilayah utara mulai menjadi tempat wisata. Terbaru, bukit kapur yang ada di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gresik memasukkan obyek ini sebagai destinasi baru.

KENDATI baru dibuka sejak awal tahun lalu kawasan bukit kapur Sekapuk telah banyak didatangi wisatawan. Bahkan, lokasi tersebut juga digunakan sebagai lokasi syuting sinetron di salah satu stasiun TV Nasional.

Saat ini, Pemerintah Desa Sekapuk masih menggratiskan biaya masuk ke lokasi wisata tersebut. Rencananya, pada akhir tahun mendatang biaya akan dikenakan biaya masuk ke lokasi tersebut.

Lokasi wisata bukit kapur Sekapuk sebenarnya tidak jauh beda dengan bukit kapur yang lain. Pemerintah desa hanya membangun tugu I love Sekapuk untuk dijadikan lokasi selfie para pengunjung. "Penasaran saja, soalnya katanya jadi lokasi syuting sinetron disini," ujar Amin Alamsyah, salah satu pengunjung.

Kepala Desa Sekapuk Abdul Halim mengatakan pihaknya memang sengaja tidak menambah fasilitas apapun di lokasi wisata baru tersebut. Sebab, keberadaan bukit kapur yang terpahat secara alami saat dilakukan penambangan sudah cukup bagus. "Saya hanya bangun tugu I Love Sekapuk agar menjadi identitas desa," terang dia.

Dikatakan, setelah dijadikan lokasi syuting sinetron lokasi tersebut memang banyak dikunjungi masyarakat. Namun, pihaknya belum bisa mendatang jumlah kunjungan. "Sekarang memamg masih gratis. Nanti rencananya lokasi tersebut akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," ungkapnya.

Selain dijadikan tempat wisata, pihak desa juga menjadikan lokasi bukit kapur sebagai areal pertambangan desa. Pertambangan tersebut kini telah menghasilkan PADes yang cukup besar.

"Tahun ini PADes kami sudah mencapai Rp 575 juta. Tahun depan kami genjot hingga Rp 980 juta dengan memaksimalkan keberadaan tambang galian tersebut," imbuh dia. (rof/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia