Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

Pemuda di Tarik Tewas Ditusuk

Selasa, 16 Oct 2018 01:05 | editor : Lambertus Hurek

Lokasi dugaan pembunuhan di kawasan Tarik.

Lokasi dugaan pembunuhan di kawasan Tarik. (Muchlison/Radar Sidoarjo)

 Kejadian diduga pembunuhan terjadi di Jalan Tuang, Mergosari, Tarik, Minggu (14/10). Nikko Dwi Anggrian, 22, warga Desa Klantingsari RT 6/RW 2, Kecamatan Tarik ditemukan tewas dengan luka tusuk di bagian dada. 

Kapolsek Tarik AKP Sugianto mengakui, peristiwa diduga pembunuhan tersebut terjadi hari Minggu (14/10) sekitar pukul 00.30. Mulanya, korban bersama berberapa kawannya sedang duduk di pertigaaan Klinter, Tarik yang tak jauh dari rumahnya. Kemudian, datang seorang pria bersama Nia, 24, warga Banjarwungu, Tarik. “Mereka berboncengan mengendarai motor melintas di samping kerumunan korban sambil mbleyer-mbleyer,” katanya. 

Melihat perlakukan tersebut, korban bersama Subekan berboncengan menyusul motor tersebut. Korban berhasil mendahuluinya di tengah jalan. Tak terima disalip, pengemudi  motor itu kembali melaju mendahului motor korban dan menghadang motor korban di jalan yang berada di tengah. “Korban dan pengemudi motor itu sama-sama turun dari motor. Sedangkan, Nia dan Subekan tetap berada di atas motor,” terang Sugianto.

Tiba-tiba saja, Subekan melihat korban terjatuh saat bersama pengemudi motor yang saat ini buron tersebut . Melihat kejadian itu, Subekan berlari untuk menolongi korban. Bersamaan dengan itu, melintas motor Yamaha Vixion dan menabrak motor yang diduduki Nia hingga terpental. “Nia mengalami patah tulang akibat tabrakan itu,” imbuh Sugianto.

Setelah kejadian itu, pengemudi motor kabur meninggalkan Nia yang dalam posisi tergeletak di lokasi. “Sementara Subekan langsung berlari mencari pertolongan warga,” beber Sugianto.

Tidak lama, warga setempat berdatangan di lokasi kejadian dan langsung membantu evakuasi Nia maupun korban. Keduanya dilarikan ke rumah sakit oleh warga dan anggota kepolisian. Saat di rumah sakit, nyawa Nikko tidak tertolong. 

Visum dokter menemukan jika korban meninggal bukan karena luka biasa. Namun, seperti ada tanda penganiayaan. “Ada luka tusuk di bagian dada kiri korban,” sebut Sugianto

Setelah hasil visum dokter tersebut, penyelidikan langsung dilakukan oleh polisi. Kemarin (Senin 15/10), Sugianto menegaskan, jika pihaknya telah berhasil mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut. Kendati demikian, pihaknya masih enggan mengungkap identitas maupun status penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. “Sementara ini masih belum (belum ditangkap.red). Mudah-mudahan segera terungkap secepatnya,” sebut Sugianto. 

Sugianto mengungkapkan, pengungkapan identitas tersebut merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Di antaranya dari informasi beberapa saksi kunci yang terlibat dalam peristiwa tersebut. “ Saksi kuncinya ada di Subekan. Sementara Nia, belum dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di pengobatan tradisional,” terang Sugianto.

KORBAN DIKENAL BAIK

Sementara itu, pada Senin siang Radar Sidoarjo berusaha mendatangi rumah duka korban untuk menggali informasi keseharian korban. Ternyata, korban dikenal baik oleh keluarga maupun tetangga sekitar. Pihak keluarga tidak mengira jika bakal kehilangan tulang punggung keluarga tersebut. “Saat pemakaman berlangsung warga yang takziah semuanya histeris menangis,” beber Rista, bibi korban.

Korban merupakan anak yatim yang tinggal bersama ibu dan dua saudaranya. Setiap hari, korban bekerja ikut pemborong di proyek pembangunan di sekitar daerah Tarik. Korban juga masih belum berkeluarga. “Nikko anak kedua, kakaknya perempuan dan adiknya juga perempuan kelas V SD,” imbuh Rista.

Rista mengungkapkan, sebelum kejadian korban berpamitan ingin pergi ngopi bersama teman-temannya. Pihak keluarga juga menyangkal jika korban merupakan anak nakal yang banyak memiliki musuh. “Anaknya baik sama keluarga dan tetangga, tidak suka menyakiti hati orang,” terang Rista dengan mata berkaca-kaca.

Saat mendapat informasi jika keponakannya mengalami peristiwa mengenaskan itu, pihak keluarga langsung ke rumah sakit. Ada juga yang meluncur ke lokasi kejadian. “Dari keterangan warga yang menemukan (tubuh korban) dalam kondisi tengkurap di sawah,” imbuhnya. (son/vga) 

(sb/son/rek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia