Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

8 SDN Ini Mau Dimerger, Ini Alasannya

Senin, 15 Oct 2018 11:46 | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (JPC)

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melakukan merger sejumlah sekolah. Hal ini setelah dinilai ada sejumlah sekolahan yang berjarak cukup dekat.

Kabid Sekolah Dasar (Sekdas) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Agnes Warsiati mengatakan, ada 8 SD negeri yang masuk dalam wacana di merger atau mengalami penggabungan dengan sekolah lain. Ada sejumlah pertimbangan yang membuat pemkot melakukan penggabungan. Diantaranya, efisiensi, jumlah siswa yang kurang, serta gedung SDN yang tidak memenuhi syarat. 

“Jadi dua sekolah digabung menjadi  satu. Nantinya hanya ada 8 SDN yang masih aktif. Sedangkan 8 SDN lainnya dihentikan operasionalnya,” ujar Agnes, Minggu (14/10). 

Hanya saja, dirinya belum bisa merinci sekolah mana saja yang berpotensi di merger. Pasalnya hingga sekarang masih dimatangkan. Namun, sedikit membenarkan seperti SDN Tambak Langon, Kelurahan Tambak Langon, Kecamatan Asemrowo akan digabung dengan SDN Greges, Kelurahan Greges, Kecamatan Asemrowo. Langkah itu diambil karena terkena sekolah yang dimaksud terimbas pelebaran sungai Branjangan.

“Jumlah murid semuanya di sana hanya 70 siswa. Bahkan siswa kelas VI hanya satu orang. Jadi ketika ujian nasional nanti akan digabung dengan siswa sekolah lain,” urainya. 

Dengan delapan sekolah yang masuk dalam wacana merger, tentunya nanti bakal mengurangi jumlah sekolah SD yang kini mencapai 309 unit di seluruh Surabaya. (bae)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia