Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
UISI Mewisuda 115 Lulusan

Jadi Ajang Evaluasi, Berhasil Ciptakan Lulusan Unggul Berprestasi

10 Oktober 2018, 10: 40: 07 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Beri Selamat : Rektor  UISI Prof. Dr. Ing  Herman Sasongko memberikan sambutan dalam acara wisuda UISI yang ke-2

Beri Selamat : Rektor UISI Prof. Dr. Ing Herman Sasongko memberikan sambutan dalam acara wisuda UISI yang ke-2 (Ani/ Radar gresik)

Gresik- Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI)    menggelar wisuda ke II kepada 115 wisudawan dari dua jurusan yakni Manajemen dan Manajemen Rekayasa. Kegiatan yang digelar di Gedung Wisma Ahmad Yani itu dihadiri Wakil Bupati Gresik Muhammad Qosim, Ir. Tri Abdisatrijo yang juga Direktur Enjinering dan ketua sidang senat, rektor UISI Prof  Dr Ing Herman Sasongko, jajaran wakil rektor UISI, anggota dekan, para dosen,  tamu undangan dari Semen Indonesia Foundation serta ratusan orang tua.

Berprestasi	: beberapa wisudawan menerima penghargaan berprestasi dan  foto bersama

Berprestasi : beberapa wisudawan menerima penghargaan berprestasi dan foto bersama (Ani/ Radar gresik)

Rektor UISI, Prof Dr Ing Herman Sasongko mengatakan  jumlah wisudawan tahun depan diprediksi bakal bertambah banyak. Itu karena UISI sudah mempunyai 10 program studi (prodi). Dalam proses pembelajarannya, UISI menerapkan Laboratory Based Education (LBE). Proses pembelajaran pada live laboratory  yang difasilitasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Dengan demikian, mahasiswa sudah diajak akselerasi dalam pengembangan kompetensi  karena langsung praktik di lapangan. “Saya tidak pernah berhenti pada wisuda kali  ini. Penerimaan mahasiwa baru itu sebenarnya bagian evaluasi  untuk bergerak maju,” ungkap Herman. Untuk itu, UISI berusaha secara nyata mencetak intelektual sehingga dapat aktif di level lokal maupun nasional. “Kami berusaha menerobos untuk lebih cepat dan tidak berjalan dengan apa adanya,” ungkap Herman.

Ketua Pelaksana Wisuda, Lisa Risfana Sari mengatakan sesuai dengan visi UISI menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, berkualitas dan berdaya saing internasional maka kegiatannya sering didukung praktik di lapangan. “Apalagi, kampus tersebut berbasis korporasi dengan dukungan penuh pengembangan  dari PT Semen Indonesia Persero Tbk,” ungkap Lisa. 

Dalam kesempatan itu, UISI memberikan anugerah kepada wisudawan terbaik  dengan IPK tertinggi. Mereka adalah Anggun Pratiwi Oktaviani, dari Manejemen dengan IPK 3.85, Eky Masbuchin dari jurusan manajemen Rekayasa dengan IPK 3,83.  Rata-rata wisudawan berhasil menempuh 8 semester dengan IPK 3,34. “Dari awal kuliah  saya belajar survive. Dari yang tidak banyak tahu apa-apa, namun kini sudah banyak belajar  praktik langsung ke lapangan, “ kata Eky Masbuchin. (ani/han)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia