Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Wisuda ke-33 Universitas Muhammadiyah Gresik

Diikuti 513 Wisudawan, Dihadiri 2.150 Tamu Undangan

08 Oktober 2018, 09: 43: 46 WIB | editor : Aries Wahyudianto

DIBUKA

rektor dan dekan universitas muhammadiyah gresik dalam pembukaan wisuda ke 33. (ANI FATMAWATI/RADAR GRESIK)

UNIVERSITAS Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan wisuda ke – 33, Minggu (7/10) kemarin. Bertempat di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, kegiatan tersebut dihadiri ratusan wisudawan dan wisudawati. Selain itu, ribuan tamu undangan juga terlihat memadati lokasi kegiatan.

KERJASAMA

Penandatanganan MoU dengan The Korea Federation of Young Farmers Associations (KFYFA) oleh Mr. Byungmoon Choi (President KFYFA) dan Mr. Kwaneung Lee, Ph.D (President of Korean Digital HR Management In (Ani/RadarGresik)

Pada wisuda kali ini, jumlah mahasiswa yang lulus totalnya mencapai 513 orang dari 7 fakultas dan 16 program studi. Jumlah ini naik dari wisudawan tahun-tahun sebelumnya yang tidak pernah melebihi 350 orang.

“Jumlah wisudawan kali ini memang sangat banyak. Sehingga wisuda kami gelar di SOR Tri Dharma, soalnya kalau di kampus jelas tidak mencukupi tempatnya,” ujar Deni sutaji, Ketua Panitia Kegiatan Wisuda.

Wisuda kali ini diisi dengan berbagai kegiatan yang menampilkan mahasiswa peraih juara nasional panjat tebing dan tapak suci. Kemudian, diakhiri dengan tanda tangan MoU antara UMG dengan Korea Young Farmer Asociation dari Korea Selatan.

Sementara itu, Ulfatul ma’rifah Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama mengatakan berbagai peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa dalam memasuki Revolusi Industri 4.0 (PKP-PBMRI) dan PDS (Penugasan Dosen Kesekolah ) dari Dikti membuat peminat UMG semakin banyak. “Kami juga terus menjalin kerjasama dengan kampus-kampus luar negeri. Yang terbaru dari Korea Selatan untuk pengolahan kacang kapri,” ungkap dia.

Sementara itu, Rektor UMG Prof Dr Ir setyo Budi M.S mengatakan pihaknya terus membenahi system yang ada. Ini sesuai dengan visi dan misi UMG sebagai kampus unggul mandiri dan memiliki jiwa interpreneur islami. “Gaji Dosen disamakan dengan PNS serta memberangkatkan mereka sekolah ke luar dan dalam negeri untuk meningkatkan kualitas,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya juga mewajibkan setiap dosen untuk membuat karya ilmiah. Minimanl satu tahun satu jurnal internasional. Mereka juga diwajibkan untuk membuat buku ajar sendiri sesuai mata kuliahnya.

“Untuk merealisasikan berbagai kebijakan peningkatan mutu dosen, kami memperkuat aturan dalam pemberian reward dan punishment. Selain peningkatan jabatan akademik 2 tahun sekali, kami juga memberikan hadiah umrah bagi dosen yang bisa menjadi guru besar sebelum usia 36 tahun,” imbuh dia. (ani)

(sb/ris/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia