Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Relokasi Sementara Terminal Joyoboyo

Butuh Peneduh agar Tak Panas dan Antisipasi Hujan

Selasa, 02 Oct 2018 15:27 | editor : Wijayanto

TUNGGU PENUMPANG: Deretan angkutan kota (angkot) berada di lokasi relokasi sementara terminal Joyoboyo, Surabaya.

TUNGGU PENUMPANG: Deretan angkutan kota (angkot) berada di lokasi relokasi sementara terminal Joyoboyo, Surabaya. (Suryanto/Radar Surabaya)

Surabaya - Rencana pembangunan terminal Joyoboyo membawa dampak dengan relokasi sementara angkutan angkutan kota (angkot) ke luar terminal Joyoboyo. Saat ini lokasi rekolasi sudah dibuatkan yakni di sisi selatan Terminal Joyoboyo.

Lokasi baru tempat relokasi sementara terminal Joyoboyo sudah beroperasi. Selama berjalan, ternyata ada beberapa keluhan yang disampaikan penumpang.

Seperti lokasi relokasi tidak ada peneduh sehingga saat menunggu penumpang angkot lainnya terasa begitu panas. Belum lagi lokasinya yang menggunakan bahu jalan diarea padat lalu lintas membuat calon penumpang harus hati-hati.

“Kondisinya panas dan ramai kendaraan yang melintas. Jadi ya memang kurang enak kalau seperti ini,” ujar Misti, salah satu pengguna angkot, Senin (2/10).

Menanggapi keluhan calon penumpang, Komisi C DPRD Surabaya melakukan sidak ke lokasi. Sekretaris Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya Camelia Habibah mengatakan dari sidak yang dilakukan ditemukan sejumlah keluhan dari calon penumpang maupun para supir angkot.

Keluhan seperti kurangnya tempat berteduh hingga terlalu ramainya kendaraan melintas karena memang tempat sementara angkot berada di tepi Jalan Joyoboyo.

“Saya kira ini tempatnya perlu dibenahi. Kanopinya juga kurang panjang. Ini panas tidak bisa untuk berteduh. Apalagi pengerjaannya setahun setengah, nanti waktu musim hujan bagaimana. Pasti tidak bisa digunakan untuk berteduh,” ujar Habibah, Senin (1/10). 

Untuk itu, politisi PKB tersebut berencana melakukan pembahasan ulang terkait perencanaan pembangunan terminal Joyoboyo. Dirinya berharap dipenganggaran tahun depan ada perbaikan.

“Anggaran proyek pembangunan terminal Joyoboyo ini kan multiyears. Jadi ada sisa anggaran sekitar Rp 80 milliar yang dikembalikan kemarin dan akan dibahas, dimasukkan dalam APBD 2019,” tuturnya. 

Habibah berharap, sementara ini Dinas Perhubungan (Dishub) selaku pengelola terminal melakukan penambahan petugas. Karena ia melihat calon penumpang kesulitan menyebrang menjangkau terminal sementara yang berada di tepi jalan raya. Ia pun meminta segera dilakukan pemasangan petunjuk pemindahan terminal sementara. Dengan begitu calon penumpang tidak kebingungan.

“Kami akan koordinasikan, khususnya Bappeko dan Dishub. Kita akan koordinasikan secepatnya,” sebutnya. 

Dikatakan Habibah, pembangunan proyek pengerjaan gedung parkir dan terminal intermoda Joyoboyo ditargetkan rampung pada Desember 2019. Pembangunan ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 145 miliar. Termasuk penyusunan detail engineering design (DED) dan konstruksinya. Dengan rincian pembangunan tiang pancang gedung sebesar Rp 57 miliar dilakukan tahun ini. Dan sisanya Rp 80 miliar dimasukkan ke penganggaran tahun depan. 

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat mengatakan, sebagai upaya mengurangi kemacetan tahun ini dimulai pembangunan park and ride terminal Joyoboyo. Beberapa stand PKL dipindahkan menempati bangunan sementara semi permanen di selatan terminal. Pengerjaan terminal Joyoboyo ini dijadwalkan selesai tahun depan. 

“Yang saat ini sedang dikerjakan adalah park and ride di terminal Joyoboyo. Dapat menampung cukup banyak mobil dan angkot lah,” kata Irvan. (bae/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia