Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tiga Pilar Surabaya Sepakat Kawal Pilpres dan Pileg 2019

02 Oktober 2018, 15: 13: 39 WIB | editor : Wijayanto

STAKE HOLDER: Deklarasi damai jelang pilpres dan pileg yang digelar TNI, Polri, Pemkot dan parpol peserta pemilu.

STAKE HOLDER: Deklarasi damai jelang pilpres dan pileg yang digelar TNI, Polri, Pemkot dan parpol peserta pemilu. (Istimewa)

SURABAYA - Menjelang Pileg dan Pilpres tahun 2019, sinergitas TNI, Polri dan Pemkot Surabaya kian dikuatkan. Dalam deklarasi damai yang berlangsung di Mapolrestabes Surabaya, Senin (1/10), tak hanya dihadiri oleh pihak pemkot, polres dan Korem 084/Bhaskara Jaya. Namun, deklarasi tersebut juga dihadiri oleh sejumlah partai politik, hingga pihak KPU dan Bawaslu.

Danrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Sudaryanto menuturkan, dirinya sangat mengapresiasi deklarasi damai yang digelar tiga pilar bersama unsur parpol dan panitia pemilihan umum. Menurutnya, deklarasi tersebut merupakan salah satu langkah yang patut dicontoh oleh daerah-daerah lain menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

“Deklarasi ini merupakan salah satu langkah yang memiliki dampak positif. Apalagi, sebentar lagi akan digelar Pileg hingga Pilpres,” jelas Sudaryanto. Ia menilai, deklarasi yang digelar oleh tiga pilar Surabaya ini merupakan salah satu bentuk keseriusan aparatur keamanan dan pemda setempat dalam menjaga kondusifitas selama berlangsungnya pesta demokrasi mendatang.

Danrem 084/BJ Kolonel Inf Sudaryanto meneken pernyataan deklarasi damai disaksikan para stakeholder dari parpol, KPU, polri dan pemkot Surabaya.

Danrem 084/BJ Kolonel Inf Sudaryanto meneken pernyataan deklarasi damai disaksikan para stakeholder dari parpol, KPU, polri dan pemkot Surabaya. (Istimewa)

“Sebaik mungkin, dan sebisa mungkin, kita akan berikan rasa aman dan nyaman ke masyarakat,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris Kota Surabaya, Ir. Hendro Gunawan menambahkan bahwa stabilitas dan kondusifitas wilayah merupakan hal terpenting dan harus diwujudkan menjelang pemilihan umum.
Tidak hanya itu, Hendro menegaskan bahwa dia juga menyarankan aparatur hukum dan keamanan terkait untuk bisa menindak tegas para pelaku penyebar hoax selama berlangsungnya Pileg dan Pilpres mendatang. “Informasi yang beredar saat ini, sangat sulit sekali terkontrol. Saya berharap, masyarakat harus bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoax,” pintanya. (hum)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia