Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
RW 04 Kelurahan Tembok Dukuh Kecamatan Bubuta

Meski Belum Sempurna, Tak Putus Memotivasi Diri

Jumat, 28 Sep 2018 18:38 | editor : Abdul Rozack

KADER LINGKUNGAN: Ketua RW 04 Imam Bukhori (kiri) bersama tim juri dan warga sedang panen hidroponik.

KADER LINGKUNGAN: Ketua RW 04 Imam Bukhori (kiri) bersama tim juri dan warga sedang panen hidroponik. (SANUSI/RADAR SURABAYA)

Surabaya  - Sejak awal selalu aktif mengikuti pelatihan-pelatihan dan lomba lingkungan yang digelar Pemkot Surabaya menjadi senjata bagi RW 04 Tembok Dukuh untuk mengikuti lomba Kampung Pendidikan-Kampunge Arek Suroboyo (KP-KAS).

Masuk dalam kategori kampung pratama, Ketua RW 04 Imam Bukhori optimistis warganya mampu mewakili pihak kecamatan dalam lomba lingkungan yang digelar oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) dan harian Radar Surabaya tersebut.

“Meski belum sempurna karena masih tahap belajar, kami ingin memajukan taraf pendidikan di wilayah ini. Karena itu dari awal, di wilayah kami sudah ada program-program seperti PAUD (pendidikan anak usia dini), TPQ (taman pendidikan quran), bina lansia, dan lain-lain, semua (program pemkot) kita ikuti,” katanya.

Ia menyampaikan, di wilayahnya yang jadi motor dalam lomba lingkungan adalah RT 3. Sebab, warga di wilayah itu sangat mumpuni dalam hal penghijauan dan kebersihan. “Semua RT dari wilayah 1 sampai 10 kami tugaskan. Tapi untuk wilayah RT 3, memang menjadi motor kami dalam lomba-lomba  yang ada di pemkot ini,” ucapnya.

Ia mengakui berkat lomba-lomba lingkungan yang rutin digelar oleh pemkot seperti Merdeka Dari Sampah (MDS) dan KP-KAS, wilayahnya mengalami kemajuan pesat. Bahkan menurut dia, rata-rata setiap RT mengalami kemajuan pembangunan wilayah dan masyarakatnya mencapai 80 persen. Dari yang semula tampak kumuh atau kurang teratur, kini menjadi lebih bersih, rapi, dan tampak hijau asri.

Khusus untuk pembinaan anak putus sekolah di wilayahnya, pihak RW telah mengikutkan mereka ke dalam program kejar paket yang digelar oleh pemkot, dalam hal ini Dinas Pendidikan Surabaya. Baik program kejar paket A, B dan C yang setara dengan sekolah formal SD, SMP hingga SMA.

“Memang cukup susah mengajak anak-anak ini kembali ke sekolah. Karena mereka sudah terbiasa bebas di luar. Tapi kita tidak putus asa mengajak agar mereka mau melanjutkan pendidikan. Supaya kehidupan mereka menjadi lebih baik dan berkembang memperbaiki diri,” ujarnya. (jay)

(sb/jay/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia