Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dampak Pancaroba, Surabaya Rawan Angin Kencang

Rabu, 26 Sep 2018 12:00 | editor : Wijayanto

SURABAYA MENDUNG: Langit mendung menyelimuti kota Surabaya bagian timur. Menjelang pergantian musim kemarau ke musim hujan, BMKG menyebutkan Surabaya termasuk daerah rawan angin kencang.

SURABAYA MENDUNG: Langit mendung menyelimuti kota Surabaya bagian timur. Menjelang pergantian musim kemarau ke musim hujan, BMKG menyebutkan Surabaya termasuk daerah rawan angin kencang. (Andy Satria/Radar Surabaya)

Badan Meteorologi Klimatologi  Geofisika (BMKG) memasukkan Surabaya, Sidoarjo, Bangkalan, Mojokerto, dan Gresik sebagai daerah rawan angin kencang. Hal tersebut diumumkan ketika konferensi pers di BMKG Juanda, Selasa (25/9).

BERI PAPARAN:  Dari kiri, Anung Suprayitno, Nur Huda, Ahmad Bisri ketika menggelar konferensi pers di BMKG Juanda.

BERI PAPARAN: Dari kiri, Anung Suprayitno, Nur Huda, Ahmad Bisri ketika menggelar konferensi pers di BMKG Juanda. (Gatra/Radar Surabaya)

Gatra Dharmawan-Wartawan Radar Surabaya

Menurut ketua BMKG Juanda, Nur Huda mengatakan, intensitas angin kencang yang sering melewati wilayah tersebut, juga dapat mengakibatkan bencana lain. “Angin kencang yang melewati daerah-daerah tersebut (daerah rawan angin kencang, Red) juga berpotensi menimbulkan angin puting beliung,” ujarnya.

Huda menambahkan, tidak menutup kemungkinan angin kencang juga terjadi di daerah lain. Selain itu, dirinya mengingatkan akan terjadi cuaca ekstrim ketika peralihan musim.

“Sebelum memasuki musim hujan, ada musim peralihan. Nah disitulah cukup banyak terjadi cuaca ekstrim. Terutama di Jawa Timur yang sering muncul yaitu angin kencang atau angin putih beliung, hujan lebat dan petir,” tuturnya

Prediksinya, cuaca buruk akan terjadi pada bulan Oktober sampai November minggu ke dua. Hal tersebut didapatkan dari pengamatan yang dilakukan oleh tim BMKG se Jatim.

Dalam konferensi pers tersebut juga hadir Ketua BMKG Malang, Anung Suprayitno dan Ketua BMKG Bawean, Ahmad Bisri. Mereka memberingkan prediksi cuaca pada beberapa bulan ke depan.

Anung Suprayitno mengatakan bahwa, untuk daerah-daerah bertopografi tinggi harap waspada. Tanah yang belum siap menerima hujan lebat dapat menyebabkan bencana.

“Daerah-daerah yang  bertopografi tinggi (pegunungan dan lain-lain, Red) mohon waspada. Karena awal musim hujan tingkat porositas tanah belum siap menerima hujan, terlebih hujan lebat. Dapat menciptakan longsor,” tuturnya.

Sementara untuk daerah Bawean, Ahmad Bisri mengatakan, gelombang laut Jawa untuk sementara masih kondusif. Perkiraannya, gelombang mulai meninggi ketika memasuki puncak musim hujan.

“Gelombang di awal musim penghujan ini masih kondusif, khususnya di Laut Jawa. Tetapi kalau sudah masuk puncak musim penghujan di Januari sampai Februari, gelombang akan meninggi sampai kisaran Maret,” tuturnya. (*/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia