Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Rampas Tas Pengunjung Taman Bungkul, Jambret asal Bringin Kulon Didor

Rabu, 26 Sep 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

DITAHAN: Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya Aditama (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristitanto (kanan) menunjukkan tersangka

DITAHAN: Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya Aditama (kiri) didampingi Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristitanto (kanan) menunjukkan tersangka Achmad Habib Mudhofar (tengah). (M Mahrus/Radar Surabaya)

SURABAYA -  Polisi melumpuhkan Achmad Habib Mudhofar, 25, dengan menembak kaki kanannya. Pemuda yang tinggal di Bringin Kulon RT 03 RW 01, Taman Sidoarjo hendak kabur saat disergap usai menjambret tas pengunjung Taman Bungkul. 

Pelaku berjalan pincang sembari mulutnya meringis menahan sakit di Polsek Wonokromo. Sakit itu bersumber dari bagian kakinya yang ditembus peluru oleh Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo.  Tindakan tegas itu diberikan lantaran pelaku hendak kabur usai merampas tas milik Inda Hijriyah, 31, warga Jalan Pulo Wonokromo Minggu (23/9) lalu. 

Aksi perampasan itu bermula saat korban hendak menuju rumah makan di kawasan Jalan Darmo, Surabaya. Korban yang diboceng suaminya, membawa tas yang dislempangkan ke samping. 

Tiba-tiba setelah melintas di Jalan Majapahit, korban dibuntuti pelaku yang berboncengan motor. Mereka dipepet dari sisi kanan. Tersangka Achmad Habib Mudhofar saat itu sebagai eksekutor langsung beraksi merampas tas dari tangan korban. Akibatnya, tali tas korban putus dan beralih tangan.  

Sukses mendapat tas, kedua pelaku kabur menuju Jalan Diponegoro. Sementara korban yang saat itu berteriak minta tolong diketahui Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo. 

“Tim mengejar kedua pelaku hingga ke Jalan Wonosari Kidul,” ujar Kapolsek Wonokromo Kompol Rendy Surya Aditama Selasa (25/9).

Rendy menjelaskan, di Jalan Wonosari Kidul kedua pelaku sempat terjatuh dari motor karena gugup. Oleh rekannya WW yang bertugas sebagai joki memilih kabur dan meninggalkan tersangka Achmad Habib Mudhofar.

Sedangkan pelaku saat akan ditangkap berusaha melarikan diri. 

“Terpaksa kami berikan tindakan tegas dengan menembak kaki kanannya, untuk WW (joki,Red) masih buron karena berhasil melarikan diri” sambungnya. 

Sementara itu Habib mengaku baru dua kali ini melakukan aksi perampasan.  Biasanya dia menyasar orang yang berkunjung ke Taman Bungkul. 

“Saya nongkrong dahulu di Taman Bungkul untuk mencari sasaran,” katanya.

Aksi pertamanya dilakukan tersangka di Jalan Darmo. Korbannya adalah pengunjung Taman Bungkul yang hendak pulang. Biasanya dia mengincar korban perempuan.  

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti tas milik korban yang berisi ATM, KTP, surat kelengkapan kendaraan, dan uang tunai senilai Rp 200 ribu. Atas perbuatannya tersangka yang bekerja serabutan itu bakal dijerat pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.(rus/rtn/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia