Senin, 10 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Peserta Kampung Pendidikan Lebih Antusias dan Tertata

25 September 2018, 12: 34: 43 WIB | editor : Wijayanto

DISKUSI: TIM juri KP-KAS 2018 saat melakukan penilaian lapangan di wilayah RW 02 Kelurahan Tembok Dukuh.

DISKUSI: TIM juri KP-KAS 2018 saat melakukan penilaian lapangan di wilayah RW 02 Kelurahan Tembok Dukuh. (INDRA WIJAYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA – Peserta Lomba Kampung Pendidikan tahun 2018 lebih tertata dan antusias. Selain itu peserta lebih to the point pada pokok pembahasan dari ke lima dan tujuh poin penilaian kampung pendidikan.

RAPI: Martadi, salah satu dewan juri dari Dewan Pendidikan Surabaya.

RAPI: Martadi, salah satu dewan juri dari Dewan Pendidikan Surabaya. (ANDY SAM/RADAR SURABAYA)

“Jadi juri tidak perlu menunggu lama saat akan menjuri, jadi mereka (warga) langsung mengajak juri ke lokasi-lokasi yang akan dinilai oleh juri, jadi juga lebih cepat penilaiannya,” terang juri Dewan Pendidikan Surabaya, Martadi, Sabtu (22/9).

Martadi mengungkapkan penilaian ini dilakukan secara serempak dan disesuai dengan bidang masing-masing juri. Penilaian pada kategori tingkat pratama yang akan dinilai dari lima kategori tentang pelaksanaan kampung belajar, kampung asuh, dan kampung aman, kampung sehat, kampung kreatif.

“Jadi penilaiannya secara komprehensif, tidak secara dari satu sudut pandang  saja. Jadi harus dinilai dari segala sisi dan mendetail,” kata Martadi, Sabtu (22/9).

Sedangkan untuk kategori madya, akan di lihat dari tujuh komponen, diantaranya adalah kampung belajar, kampung asuh, kampung sehat, kampung aman, kampung kreatif, kampung literasi, dan pemuda penggerak literasi. Penilaian ini juga membutuhkan banyak tim juri, karena tahap penilaiannya diambil dari segala sisi dan lebih butuh banyak tenaga.

Para juri menyebar ke barbagai sudut kampung untuk melaukan penilaian. Tidak sekadar menilai saja, tetapi para juri juga melakukan evaluasi di tempat agar kampung-kampung tersebut dapat lebih meningkat  dan menjadi lebih baik lagi. 

Sebelum dilakukan penjurian para peserta memaparkan apa saja yang menjadi keunggulan dari kampungnya, mulai dari dokumen administrasi, kemudian tim segera membagi tugas menuju lokasi yang sudah ditentukan oleh warga.

“Butuh waktu yang lama memang menilai kampung-kampung ini, mulai dari Pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Saking banyaknya yang menarik kadang sampai lupa waktu menilai satu kampung,” tutupnya. (gin/rtn)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia