Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Lantik 12 Pasangan Kepala Daerah

Pakde Karwo Minta Fokus Permasalahan di Daerah

Selasa, 25 Sep 2018 08:00 | editor : Abdul Rozack

SAH DILANTIK: Sejumlah pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih saat mengikuti prosesi pelantikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di

SAH DILANTIK: Sejumlah pasangan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih saat mengikuti prosesi pelantikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (24/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Gubernur Jawa Timur Soekarwo  secara resmi melantik 12 Bupati dan Wakil Bupati serta Wali kota dan Wakil Wali kota masa jabatan periode 2018-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (24/9). Pelantikan secara umum berjalan lancar dan tidak ada halangan. 

Mus Permadani/Radar Surabaya

Gubernur Soekarwo bersyukur pelaksanaan pilkada berjalan lancar meski ada tiga daerah yang mengajukan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) dan satu yang menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) yaitu di Sampang. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini berharap kepala daerah yang baru dilantik dapat memberikan perhatian terhadap permasalahan utama di masing-masing daerah.

“Utamanya terkait kesejahteraan masyarakat," kata Soekarwo, kemarin. 

Pakde Karwo juga meminta pemerintah kabupaten dan kota memperhatikan 9 poin penting dalam melaksanakan tugasnya. Diantaranya, dalam mengelola keuangan daerah agar mengedepankan transparansi dan akuntabilitas, belanja APBD harus mengutamakan belanja publik terutama memberikan layanan kepada masyarakat dan pembangunan wilayah.

Serta memprioritaskan penanggulangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, meningkatkan kesempatan kerja, investasi dan ekspor, tingkatkan kualitas pendidikan serta kesehatan, revitalisasi pertanian dan penegakan hukum.

Politisi Partai Demokrat ini menyoroti sejumlah masalah di 12 daerah tersebut. Ia menyebut, Kabupaten Probolinggo misalnya mempunyai jumlah penduduk miskin terbanyak nomor tiga yaitu sebanyak 225.130 jiwa dengan prosentase penduduk miskin sebanyak 20,52 persen.

Misalnya untuk Bangkalan, Pakde Karwo menyoroti penduduk miskin yang masih sangat tinggi yaitu mencapai 21,32 persen. “Bangkalan jadi salah satu daerah tertinggal di Jatim setelah Sampang," tambahnya.  

Hal yang sama juga ditujukan kepada Bupati Bojonegoro, Pakde Karwo meminta agar menurunkan lagi angka kemiskinan yang saat ini masih mencapai 14,34 persen.

Soekarwo juga meminta agar kepala daerah yang dilantik mengedepankan transparansi anggaran, fokus penanggulangan kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan layanan  kesehatan publik serta meniadakan pungli di puskesmas. “Khusus korupsi, sekarang agak sulit karena terkait integritas,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Magetan yang baru dilantik, Suprawoto mengaku akan fokus membangun daerahnya dengan arah wisata. "Karena saya melihat Magetan ini potensi utamanya di wisata. Jadi mulai infrastruktur hingga memberdayakan masyarakat difokuskan ke arah wisata," katanya. 

Sementara itu, 12 kepala daerah yang dilantik secara serentak yaitu Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Wakil Bupati Timbul Prihanjoko, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron dan Wakil Bupati  Mohni, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah dan Wakil Bupati Budi Irawanto.

Serta Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan Wakil Bupati Marhaen Djumadi, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Raja'e, Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf dan Wakil Bupati KH A Mujib Imron. Berikutnya Bupati Magetan Suprawoto dan Wakil Bupati Nanik Endang Rusminiarti, Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Wakil Bupati Hari Wuryanto, Bupati Lumajang Thoriqul Haq dan Wakil Bupati Indah Amperawati, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rachmat. Serta Bupati Jombang Mudjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah. Dan Wali Kota Malang Sutiaji dan Wakil Walikota Sofyan Edi Jarwoko. (*/rud) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia