Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Satu Ditangkap, Temukan Lagi Bayi Dibuang

Sabtu, 22 Sep 2018 09:20 | editor : Abdul Rozack

TEGA: Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Totok Sumarianto (kiri) menunjukkan  tersangka Suci Anis (tengah), ibu yang tega menghabisi nyawa anaknya sendi

TEGA: Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Totok Sumarianto (kiri) menunjukkan tersangka Suci Anis (tengah), ibu yang tega menghabisi nyawa anaknya sendiri dan dibuang di atas kandang ayam. (M Mahrus/Radar Surabaya)

SURABAYA - Pelaku pembuang bayi laki-laki yang ditemukan di atas kandang ayam milik Agus Rohmat warga Jalan Tenggilis Mulya 89 A, akhirnya berhasil diringkus. Tersangka adalah Suci Anis, 25, warga Jalan Tenggilis Mulya 89 A, Surabaya. 

Perempuan berbadan gemuk itu berjalan termenung dan menundukkan kepala saat dikeluarkan dari penjara Mapolsek Tenggilis Mejoyo untuk dirilis di hadapan awak media Jumat sore (21/9). Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Totok Sumarianto mengatakan, pelaku ditangkap Rabu (19/9) lalu setelah terbukti melakukan perampasan nyawa anaknya sendiri. 

Sebelum melakukan hal itu, tersangka melahirkan bayi pada Kamis malam (13/9) lalu. Perempuan empat bersaudara itu melahirkan bayi sekitar pukul 23.30 di kamar mandi rumahnya. 

"Tersangka setelah melahirkan, mendekap bayi menggunakan tangan supaya tidak terdengar tangisannya," ujar Totok didampingi Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Sudaryono, Jumat (21/9). 

Setelah terdiam, kemudian tersangka masuk ke dalam rumah untuk mengambil gunting yang semula berada di atas almari es. Tersangka kemudian sempat memandikan bayi supaya bersih dari lumuran darah. Selepas dimandikan, kemudian tali pusar bayi dipotong tersangka menggunakan gunting. 

"Bayi meninggal setelah dibekap mulut dan hidungnya selama hampir 15 menit," bebernya. 

Setelah dipastikan tewas, tersangka sempat kebingungan. Kemudian dia mengambil tas kresek yang ada di sekitar kamar mandi. Tanpa pikir panjang bayi tak berdosa itu lantas dimasukkan ke dalam tas kresek lalu dibuang ke belakang rumah atau tepatnya di atas kandang ayam, Kamis sekitar pukul 24.00. 

"Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan kami. Karena semua warga sekitar sudah kami kumpulkan, akan tetapi tersangka (Suci,red) saat akan diminta keterangan marah-marah, dan menghindari petugas," terangnya. 

Siang setelah penemuan itu, kemudian polisi sudah memiliki gambaran siapa pelaku. Namun untuk memastikan pelaku adalah Suci, polisi melakukan penyelidikan dengan mendatangi keluarga, memintai keterangan warga dan menggali siapa sesungguhnya tersangka. 

Saat melakukan lidik selama empat hari, akhirnya pelaku mulai mengerucut. Kemudian polisi menginterogasi tersangka. Kepada polisi tersangka Rabu (19/9) pagi itu sudah tidak dapat mengelak. Kemudian dia digelandang ke Mapolsek untuk diproses hukum. 

Sementara itu menurut pengakuan tersangka, tindakan itu nekat dilakukan karena takut dan malu sama keluarga. "Saya takut dan malu jika diketahui keluarga dan warga," ucap tersangka Suci sambil menundukkan kepalanya. 

Tersangka mengaku, bayi yang dilahirkan merupakan hasil hubungan gelap dengan pacarnya sendiri yang berinisial AS alias R. Dia melakukan hubungan layaknya suami istri itu di sebuah Villa di kawasan Tretes. Hubungan dengan R, dari pengakuan tersangka berawal saat bertemu di tempat kerja di Sidoarjo. 

"Tersangka suka sama suka dengan pacarnya hingga akhirnya hamil dan melahirkan bayi itu," imbuh Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Puguh Sudaryono. Disinggung bagaimana modus tersangka menyembunyikan kehamilannya, Puguh membeberkan bahwa badan tersangka yang gemuk menjadi alasan. Sebab keluarga sama sekali tidak menaruh rasa curiga.  

Selain pelaku, polisi menyita barang bukti yaitu satu buah celana boxer yang digunakan tersangka saat melahirkan, kresek, dan sebuah gunting yang digunakan untuk memotong tali pusar. Atas perbuatannya kini tersangka terancam pasal  341 KUHP tentang tindak pidana perampasan nyawa anak. 

Orok Bayi di Sungai Gunungsari 

Baru saja pembuang bayi tertangkap, giliran warga disekitaran aliran sungai Jalan Gunungsari, Wonokromo Surabaya dibuat geger, Jumat pagi (21/9). Ini setelah ditemukan orok bayi berjenis kelamin laki-laki.  

 Dari data yang dihimpun, pertama kali mayat ditemukan oleh Agus Subagyo warga setempat sekitar pukul 07.30. Saat itu saksi sedang buang air kecil menghadap ke aliran sungai, tepatnya 300 meter sisi barat Terminal Joyoboyo. Tiba-tiba, saksi dikejutkan dengan benda yang mirip orok bayi. Karenna saksi penasaran dia mengeceknya dan ternyata dugaannya benar. Orok bayi itu berjenis kelamin laki-laki yang sudah dalam kondisi meninggal dan mengambang. 

Saksi yang ketakutan kemudian melaporkan kasus penemuan orok bayi itu ke Mapolsek Wonokromo. "Tadi ditemukan dalam kondisi telungkup mengambang di tepi sungai beserta dua kresek di dekat orok," ujar Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristitanto ditemui di lokasi penemuan, Jumat (21/9). 

Oleh petugas orok kemudian dievakuasi ke atas daratan. Orok bayi kemudian ditempatkan di dalam timba kecil warna oranye. Dua kresek warna hitam dan merah juga diambil dijadikan barang bukti. 

Setelah tim Inafis Polrestabes Surabaya datang. Dari salah satu kantong kresek, petugas menemukan barang berupa sejenis popok dan plastik seperti bekas sisa jamu.

"Diperkirakan usia orok sekitar lima bulan kandungan," jelasnya. 

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku atau pembuang orok bayi tersebut. Sementara dari pantauan Radar Surabaya di lokasi, setelah identifikasi selesai, mayat orok bayi kemudian dievakuasi oleh petugas dimasukkan ke dalam kardus dibawa menuju ke kamar mayat RSU dr Soetomo untuk dilakukan visum.(rus/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia