Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Awas, Tim Ini Mampu Pindai Mobil Gres dengan STNK Palsu

Jumat, 21 Sep 2018 14:16 | editor : Wijayanto

SATUAN KHUSUS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (paling kanan) didampingi Tim Silver mengecek kondisi mobil berSTNK.

SATUAN KHUSUS: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (paling kanan) didampingi Tim Silver mengecek kondisi mobil berSTNK. (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA – Pemilik kendaraan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) palsu harus berhati-hati mengaspal di Surabaya. Kini Polres Pelabuhan Tanjung Perak telah membentuk Tim Silver. Satuan ini dibekali keahlian kemampuan mendeteksi legalitas kendaraan secara cepat. 

Hasilnya, sebuah Mobil Datsun Go nomor polisi N 1375 BX warna putih ini disita dalam sebuah razia di Jalan Perak Barat. STNK mobil ini diketahui palsu. Sayangnya, pengemudi mobil tersebut melarikan diri usai diperiksa anggota Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Selain itu, ada 10 mobil lagi yang disita. “Ada juga yang kami sita karena kasus yang lain. Tim ini kami bentuk untuk mengurangi angka kecelakaan dan angka kriminalitas,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto saat me-launching Tim Silver ini, Kamis (20/9).

AKBP Antonius mengatakan, awalnya anggota Tim Silver menahan mobil tersebut karena menggunakan plat nomor palsu. Anggota hanya mendata saja, saat itu pengemudi mobil diminta untuk pulang. Setelah diselidiki lebih lanjut STNK mobil tersebut palsu. “Awalnya mobil ini ditahan karena kasus fidusia, ternyata STNK-nya palsu. Padahal nampak seperti baru dan bagus,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, tim ini sebelumnya sudah mulai beraksi pada beberapa minggu lalu. Mereka dibekali keahlian untuk mendeteksi plat nomor palsu, hingga mobil yang belum membayar pajak. Bahkan, salah satu mobil yang disita belum membayar pajaknya hingga lima tahun. “Kami perbolehkan pemilik kendaraan yang pajaknya mati untuk mengambil kendaraannya selama sudah melunasi pajak,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ayip Rizal mengatakan, anggotanya menyelidiki STNK dengan diterawang. Tidak ada hologram yang biasanya ada di STNK. Tidak hanya itu, saat dicek ke Samsat diketahui nomor polisi yang tercantum identitasnya berbeda dengan yang ada di STNK tersebut. Ini membuat pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk penyelidikannya. “Sudah kami koordinasikan dan dalam penyelidikan satreskrim,” tuturnya.

Ia menambahkan, tim ini disebar ke lokasi-lokasi yang selama ini rawan pelanggaran dan rawan kecelakaan. Tim ini dibentuk untuk menertibkan seluruh kendaraan bermotor yang dinilai melanggar di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Kami prioritaskan ke roda empat. Ada 16 mobil yang kami sita, lima sudah diambil pemiliknya karena sudah membayar pajak kendaraannya,” terangnya. (gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia