Rabu, 12 Dec 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polda Jawa Timur Musnahkan Narkoba Senilai Rp 28 M

20 September 2018, 10: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

AKAN DIBAKAR: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan beserta jajaran menunjukkan barang bukti narkoba sesaat sebelum dimusnahkan di halaman Mapolda Jat

AKAN DIBAKAR: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan beserta jajaran menunjukkan barang bukti narkoba sesaat sebelum dimusnahkan di halaman Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (19/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur memusnahkan 29 kilogram (kg) ganja, 13,6 kg sabu-sabu (SS), 1,5 juta butir pil karnopen, 158 ribu butir pil double L dan 98 butir ekstasi. Sejumlah barang bukti tersebut, merupakaan sitaan dari 15 kasus dengan 24 orang tersangka.

M Mahrus/Radar Surabaya

Pemusnahan narkoba tersebut dilakukan dengan cara dibakar di incinerator. Sebelum dimusnahkan, ribuan barang bukti tersebut dibeber dan dipamerkan kepada awak media dan tamu undangan. Termasuk para tersangka yang terlibat kasus peredaran barang haram tersebut.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan pemusnahan ini merupakan rangkaian dari operasi rutin yang dilakukan oleh Polda Jatim dan jajaran. Terutama dalam memerangi dan memberantas peredaran narkoba. “Ini keseriusan kita untuk memberantas peredaran maupun penyalahgunaan narkoba. Jika ditotal nilai barang bukti yang dimusnahkan sekitar Rp 28 milliat” ujar Luki saat memberikan sambutan sebelum acara pemusnahan di Halaman Sat PJR Mapolda Jatim, Rabu (19/9).

Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan, dewasa ini dirasa peredaran narkoba sudah menyentuh semua kalangan dan sudah mengkhawatirkan. Mulai dari pejabat, public figure, kalangan akademisi, mahasiswa, santri hingga pelajar sudah banyak yang terkena.

 “Pelaku kejahatan narkoba saat ini tidak hanya berdasarkan kepentingan komersial, akan tetapi ada upaya pihak lain untuk melemahkan bangsa,” tegasnya.

Mantan Wakil Kepala Bagian (Wakaba) Intelkam Mabes Polri itu juga berharap dukungan dari semua pihak untuk melakukan perang terhadap peredaran narkoba di Jatim. Sebab, dirasa pemberantasan peredaran narkoba tidak hanya tanggungjawab polisi.

Seperti diketahui dari 15 kasus tersebut, ada satu kasus menonjol yang diungkap Ditresnarkoba Polda Jatim tepatnya pada Agustus 2018 lalu. Lima orang diamankan dari penangkapan yang dilakukan di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang dan wilayah Jatim Selasa (21/8) lalu. Mirisnya, keempat tersangka adalah perempuan.

Mereka AA, 39, perempuan yang tinggal di Jalan Pahlawan Sunaryo nomor 37, RT 01 RW 01, Pandaan, Pasuruan, AMN, 35, perempuan yang tinggal di Jalan Plaosan Barat RT 04 RW 08 Purwodadi, Malang, NA, 35, perempuan asal Dusun Krajan Timur RT 03 RW 04 Wonorejo, Lawang, Malang, ES, 31, perempuan yang tinggal di Jalan Kupang Krajan Kidul II/12 RT 03 RW 05, Kupang Krajan, Sawahan, dan BS, 28, lelaki asal Jalan Kupang Krajan Kidul XXI/12 RT 03 RW 05 Kupang Krajan, Surabaya.

Dari kelima tersangka polisi menyita barang bukti 13,575 kg narkotika jenis SS siap edar. Menurut informasi SS tersebut berasal dari Pontianak yang hendak diedarkan di wilayah Jawa Timur. Pemesan diketahui berinisial T kini buron. Dari pemesan tersebut kemudian meminta AA, untuk mengambil barang di Pontianak. 

Kepada AA, pemesan menjanjikan iming-iming upah yang besar jika mampu membawa SS hingga ke Jatim. Karena takut sendirian, kemudian AA mengajak NA, dan IP untuk berangkat ke Pontianak menggunakan pesawat. Sesampainya di Pontianak Minggu (19/8), pelaku menunggu kiriman di salah satu hotel. Kemudian setelah kiriman sampai, ketiga perempuan tersebut kembali ke Jawa berangkat sekitar pukul 21.00 menggunakan jasa transportasi kapal menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. 

Setelah menempuh perjalanan hampir 40 jam, ketiga tersangka berlabuh di Pelabuhan Tanjung Mas. Mereka lalu hendak naik taxi sebelum akhirnya lebih dulu diringkus petugas beserta barang bukti SS yang dikemas di dalam kardus putih serta tas yang dibawa. (*/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia