Selasa, 16 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Lomba Teknologi Tepat Guna

Ada Kursi Android Hingga Sepeda Pemotong Rumput

Rabu, 19 Sep 2018 15:45 | editor : Aries Wahyudianto

CERDAS : Para pelajar sedang menata karyanya saat mengikuti perlombaan Inovasi Tepat Guna (TTG) di Halaman Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) kemarin.

CERDAS : Para pelajar sedang menata karyanya saat mengikuti perlombaan Inovasi Tepat Guna (TTG) di Halaman Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) kemarin. (ANI FATMAWATI/RADAR GRESIK)

Sebanyak 18  tim mengikuti perlombaan Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) di halaman Gedung Wahana Ekspresi Pusponegoro (WEP) Jalan Jaksa Agus Suprapto Gresik, Selasa (18/9). Kegiatan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mayoritas diikuti oleh para pelajar dari berbagai instansi baik negeri maupun swasta.

KEPALA Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat Desa, Suharsi melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Sutrisno mengatakan, maksud diselenggarakan kegiatan ini upaya optimalisasi sumber daya alam desa, memajukan ekonomi desa dan penguatan kapabilitas masyarakat desa.

“Kegiatan ini sebagai salah satu upaya kami untuk peningkatan partisipasi masyarakat dengan mendorong pembentukan, pengembangan  dan penguatan Pos Pelayanan Teknologi yang tersebar di setiap kecamatan” kata Sutrisno.. Tak hanya diikuti oleh kelompok pelajar. Banyak inovasi yang dikembangkan para generasi muda desa Kabupaten Gresik yang diikutkan untuk mendapat apresiasi dari Pemkab Gresik.

Ada beberapa karya TTG yang mendapat perhatian pengunjung di antaranya kursi roda listrik tenaga surya. Karya milik SMK Negeri Driyorejo. Teknologi  ini banyak dicoba oleh pengunjung untuk dinaiki. Sebuah kursi roda yang dibelakangnya terdapat solar cell. Kemudian kursi roda tersebut dikendalikan oleh sebuah aplikasi di handphone untuk bisa menggerakkan maju mundur serta berputar.

Karya lain yang juga dicoba pengunjung yaitu OTIK atau ontel matic. Karya ini sederhanya yaitu modifikasi sepeda dengan menempel mesin rumput kecil. Konon menurut Syahrul Ramadhan dan Afrianki Purwanto (SMK Muhammadiyah I Gresik) penciptanya, sepeda ini sudah di ujicoba dari Kecamatan Bungah sampai WEP Gresik hanya menghabiskan bahan bakar 500 ml.

Para peserta mengenalkan produknya  kepada pengunjung dan dewan juri. Para juri terdiri dari Dinas Pendidikan Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, Praktisi Teknologi Tepat Guna.

Selain karya diatas beberapa karya para peserta yaitu alat pengupas sabut kelapa sisitim putar karya SMK Hidayatul Ummah Balongpanggang. Wadah pemanas air tenaga surya otomatis menggunakan timer digital milik SMK Al Azhar Menganti. Mengendalikan peralatan elektronik jarak jauh SMK PGRI Gresik, Pembuatan Pupuk Organik oleh Lisa Umami Sirnoboyo Benjeng, Pemberi makan ikan otomatis via SMS.

Control PH Air tambak via smartphone oleh SMK Muhammadiyah I Gresik, Pemanfaatan Rapsberry PI sebagai server IPTV multicast untuk daerah tak terjangkau sinyal tv oleh STT Qomaruddin Gresik, Bio Sin (Pupuk Pertanian) oleh SMK Al Karimi, mesin usaha jamur oleh Susilo warga desa Sumput Driyorejo, alat komunikasi pelayaran MA Masyhudiyah Giri Kebomas.

Diversifikasi tawa bagong SMKN I Sidayu, Sensor Ultrasonik tandon air SMKN I Sidayu. Pengembangan ekonomi berbasis digital Aizzatur Rohmah Randuboto, Sidayu. Drassion Zahrotul Firdausi Ujungpangkah, pemanfaatan limbah ternak kelinci untuk pupuk sayuran SMK Al Karimi Dukun dan Fish Co pemberdayaan nelayan oleh zahrotul Firdausi Randuboto Sidayu. (han/ris)

(sb/han/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia