Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Awarding MDS 2018

Masyarakat Surabaya Pahlawan Masa Kini

Jumat, 14 Sep 2018 23:07 | editor : Abdul Rozack

GEMBIRA: Kader lingkungan dan masyarakat berjoget bersama saat malam Awarding Merdeka Dari Sampah 2018 di Jalan Tunjungan, Jumat (14/8) malam.

GEMBIRA: Kader lingkungan dan masyarakat berjoget bersama saat malam Awarding Merdeka Dari Sampah 2018 di Jalan Tunjungan, Jumat (14/8) malam. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Setelah melalui berbagai penilaian yang sangat ketat, dan pastinya membutuhkan kejelian. Akhirnya sebanyak 61 finalis Merdeka Dari Sampah (MDS) dan 28 peserta Bantaran Sungai menerima awarding dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai kampung terbaik yang memanfaatkan sampah dengan mendaur ulangnya menjadi hal yang bermanfaat.

 Ginanjar Elyas Saputra -Wartawan Radar Surabaya 

Sebanyak 3.500 peserta Awarding Merdeka Dari Sampah (MDS) dan Bantaran Sungai 2018 tampak memenuhi Jalan Tunjungan sejak pukul 15.00, Jumat (14/9). Mereka datang dengan menggunakan berbagai kostum menarik yang terbuat dari bahan-bahan daur ulang sampah plastik. 

PAHLAWAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) menyerahkan trofi dan hadiah secara simbolis kepada perwakilan pemenang Best of The Best

PAHLAWAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (dua dari kanan) menyerahkan trofi dan hadiah secara simbolis kepada perwakilan pemenang Best of The Best Merdeka Dari Sampah 2018. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Keseruan ini semakin terasa, dan menarik pengunjung yang hadir di lokasi awarding. Lantaran karena para peserta MDS dan Bantaran Sungai 2018 juga ada yang memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan menarik seperti ogoh-ogoh, reog Ponorogo, baju merak, dan masih banyak lainnya. 

Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan para delegasi Internasional United Cities and Local Govermentz Asia-Pacific (UCLG ASPAC) ke-7. Para peserta saat itu dihibur dengan pertunjukan musik yang membuat seluruh peserta menyanyi dan berjoget bersama.

Setibanya di lokasi pada pukul 18.42, Tri Rismaharini beserta rombongan delegasi UCLG  ASPAC ke-7 serta para peserta yang lolos awarding berjalan sembari membawa papan nama dari masing-masing RT dan Kelurahan. 

Tidak hanya diikuti oleh peserta dewasa saja, tetapi juga diikuti oleh peserta anak-anak yang turut meramaikan awarding yang diselenggarakan satu tahun sekali ini. 

Secara serempak para peserta melambaikan tangannya ke arah Bu Risma dan para tamu VIP dan VVIP delegasi UCLG ASPAC ke-7 yang hadir di lokasi awarding. Dengan diiringi lagu tema Asian Games 2018 Meraih Bintang, para peserta ikut menari sambil berjalan berbaris lengkap menggunakan kostum devile dan beberapa alat musik patrol yang ditabuh selama berlangsungnya iring-iringan MDS 2018. Uniknya, di tengah berjalannya salah satu peserta delegasi berjoget di depan panggung awarding.

Saat di lokasi, Risma bersama tamu delegasi lainnya terlihat ikut berjoget dan melambaikan tangannya. Hal-hal itu membuat semangat para peserta yang hadir. 

Dalam sambutannya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan banyak terima kasih pada warga Surabaya yang selalu setia mengikuti program MDS dari tahun ke tahunnya. Ia juga mengatakan kepada seluruh tamu UCLG ASPAC ke-7 yang hadir. Bahwa para warganya merupakan pahlawan di Kota Surabaya, karena telah melakukan dan berkontribusi mengurangi sampah di kota yang dijuluki sebagai Kota Pahlawan ini.

“Terima kasih. Saya tidak bisa mengucapkan selain terima kasih kepada bapak ibu sekalian. Kalau bukan karena kontribusi bapak ibu sekalian, Surabaya bukan apa-apa,” kata Risma disela sela sambutannya.

Saat dilokasi awarding, Risma juga mengajak para warga surabaya untuk ikut MDS, bagi yang belum ikut pada tahun ini. Serta mengajak generasi muda Surabaya untuk turut serta berpartisipasi mengelolah sampah agar tidak semakin menumpuk, 

“Kalau tidak mengurangi sampah, beberapa tahun kedepan kita akan hidup di atas sampah. Saya tunggu anak-anak muda Suroboyo untuk ikut MDS tahun depan,” imbuh Risma yang juga Presiden UCLG ASPAC 2018 yang baru terpilih ini. 

Disaat penutupan, Risma mengatakan, betapa cintanya kepada masyarakat Surabaya. Kerena telah berkontribusi mengurangi sampah, bahkan kota ini bisa menjadi tuan rumah UCLG ASPAC ke-7. 

 “I love you Suroboyo”, ucap Risma diakhir sambutannya dengan lantang pada seluruh masyarakat Surabaya dan dibalas meriah oleh seluruh masyarakat yang hadir. 

Selain itu Risma juga memberikan semangat dengan pada masyarakat dengan hadiah menarik pada tahun berikutnya. “Nanti saya tambahi hadiahnya,” pungkasnya. (gin/rud/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia