Kamis, 22 Nov 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Rampas HP Pelajar, Dua Kaki Pejambret Pincang

Kamis, 13 Sep 2018 14:32 | editor : Wijayanto

TINDAK TEGAS: Tersangka kasus penjambretan (tengah) yang berhasil diamankan di Mapolsek Tegalsari, Surabaya, Rabu (12/9).

TINDAK TEGAS: Tersangka kasus penjambretan (tengah) yang berhasil diamankan di Mapolsek Tegalsari, Surabaya, Rabu (12/9). (Suryanto/Radar Surabaya)

SURABAYA - Kedua kaki Yani Arofiq,35, penuh perban. Selain menutup luka lecet, perban tersebut digunakan untuk membalut luka bekas terjangan peluru polisi.

Warga Jalan Kupang Panjaan II A nomor 183 B, Surabaya ini dilumpuhkan lantaran mencoba melawan saat hendak diringkus. Sekuriti ini ditangkap setelah merampas hanphone (HP) milik seorang pelajar.

Tersangka Yani ditangkap pada Rabu dinihari (12/9). Polisi memburunya setelah aksi perampasan HP yang dilakukan di Jalan Diponegoro, dekat halte bus. Korbannya adalah Stenen Limbono, pelajar SMP yang hendak berangkat ke sekolah. Saat itu korban sedang naik ojek online (ojol)

“Disepanjang perjalanan korban selalu bermain HP, setelah itu tersangka merampasnya,” ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo.

Kebetulan saat terjadi perampasan, polisi sedang melakukan patroli rutin. Setelah mendapati kondisi korban, polisi lantas menolong dan meminta tim unit reskrim untuk melakukan pengejaran terhadap Yani. Sebab korban terluka setelah sempat tarik menarik dengan tersangka.

Bermodalkan motor dan nopol yang digunakan oleh tersangka, polisi berhasil mengidentifikasi identitasnya. “Kami mendapati jika tersangka tinggal di kawasan Kupang Panjaan, setelah itu kami melakukan pengintaian,” terangnya.

Kemudian saat berada tak jauh dari rumah Yani, polisi mendapati jika Yani ada di rumah. Sebab motor Honda Beat warna putih bernopol L 3585 QX berada di parkiran. Setelah itu, tersangka digerebek. Hanya saja, kedatangan polisi sudah diantisipasi oleh Yani.

“Tersangka sempat kabur melalui atap rumah,” lanjut David.

Setelah berhasil mengelabuhi polisi, Yani kabur dengan mengendarai motornya. Polisi mengejar. Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Kemudian polisi memberikan tindakan tegas dengan menendang motor mantan sekuriti mall tersebut hingga terjatuh. Meski sudah terjatuh, tersangka tak menyerah, dia justru ingin melawan.

“Karena ulahnya itu, kami terpaksa melumpuhkan kaki kanannya dengan timah panas,” terang perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini.  

Setelah itu, Yani menyerah lantas digelandang ke Mapolsek. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan, Yani mengaku baru sekali beraksi. Saat beraksi, dia hanya sendirian mengendarai sepeda motor.

Modusnya, dia berkeliling mencari sasaran. Targetnya adalah HP milik pelajar. Ketika korbannya berhenti di tepi jalan atau bermain HP saat berkendara menjadi sasaran empuk Yani.

Sementara itu, kepada polisi Yani tetap mengaku baru sekali beraksi. Itupun ia nekat lantaran setelah dipecat dari sekuriti ia jadi pengangguran. Padahal, ia harus mencukupi kebutuhan keluarganya. “Uangnya buat kebutuhan sehari-hari,” ungkap pria dengan tato naga di tubuhnya ini. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia